KAMASEAN
Namun nyatanya, yang dapat disaksikan oleh Daniel hanyalah gundukan tanah itu dan sebuah nisan yang bertuliskan nama Leona.
Daniel memejamkan matanya. Semestinya ia sudah bisa mengikhlaskan Leona. Ia tidak boleh berlarut-larut meratapi kepergian Leona dari waktu ke waktu. Hidup harus tetap berjalan. Daniel harus memulai kehidupan baru tanpa Leona. Namun, Daniel merasakan separuh dari hidupnya pun telah terkubur bersama jasad kekasihnya itu.
Langit mulai gelap. Gumpalan awan hitam mulai berarak untuk mengantarkan hujan. Daniel bangkit berdiri. “Semoga tenang di sana, Sayang,” batinnya saat mengecup kepala nisan itu.
Bab Populer