Bukan Mantan
“Mantanku itu bukan cowok idaman, tampang biasa, gak punya duit, pengangguran pula. Bukan selera pelakor. Beda sama suami kamu. Jaga dia baik-baik ya.”
“Insya Allah, Tut.”
***
Tuti dan Yuyun masih muter-muter mengelilingi mall. Aku memilih duduk karena jujur aku lelah. Aneh, beberapa hari ini tubuhku cepat sekali lelah.
“Ambar.”
Aku kaget dan menoleh ke sumber suara.
“Boleh kita bicara? Berdua?”