Khair dan Khaira
“Ya, tengokin aja atuh ke rumahnya. Kemarin Bibi juga sudah kesana.”
Riang mengangkat kepalanya. “Gimana keadaan Teh Khaira?”
Belum sempat Bi Ocih menjawab, handphone Riang berdering.
“Assalamualaikum,” sapa gadis itu sambilmenyusut ingus. “Iya, Ummi ... kapan? ... baik.”
Bi Ocih mengangkat dagu seolah bertanya, ‘Ada apa?’
Riang Cuma menggelengkan kepala. Biar matanya sembab, dia masih bisa menggoda Bi Ocih dengan berkata, “Kepo, ya?”
Hot Chapters