Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
AMORAGA

AMORAGA

"Ini, si Raga. Dia chat gue." Gita yang tengah mengunyah cokelatnya langsung terbatuk mendengar sebuah nama yang Amora sebutkan. Cewek itu langsung berlari menghampiri Amora dan mengambil alih ponsel itu untuk memastikan sendiri. Ternyata benar ... Itu Raga. "Gila! Ini, sih, keajaiban dunia ke delapan setelah petra di Yordania." Gita mengambil ponselnya lalu memotret pesan dari Raga.
109.2K viewsOngoingAdded to Library 357 Times as cho ahra
Read
+Library
ARINDA

ARINDA

"Ayo, Non." Arinda tersadar dari lamunannya. Dia kemudian mengikuti langkah Robin menaiki undakan tangga menuju pintu masuk mansion. Dia berdiri di sisi Robin yang baru saja selesai memencet bel. Tak butuh waktu lama pintu bercat putih di hadapannya terbuka, menampilkan sosok wanita paruh baya yang Arinda perkirakan usianya di atas lima puluh tahun. Wanita itu pada awalnya terlihat kesal melihat Robin, tapi saat menangkap keberadaannya ekspresi wajah wanita itu seketika tersenyum cerah.
1.4K viewsOngoingAdded to Library 31 Times as cho ahra
Read
+Library
ALVAREZ

ALVAREZ

KARENA LO UDAH PULANG BGST Abang Archie ooooh kau masih di markojek maaf pano sayang🥺 abang gak tau pan jangan marah2 Sanchez Kenzo woy ada apa alva belom balik emangnya? wahhh anyiingg @Demeus Alvarez athena aman kan Abang Archie awewe mulu ya chez di otak lo Ray bukan rey heh ngaca setan lo juga bucin zevano bucin sanchez bucin cariin gue cewe ngapa ngab ampun dah semua bucin gue sm siapa
109.4K viewsOngoingAdded to Library 243 Times as cho ahra
Read
+Library
ARWAH CINTA PENASARAN

ARWAH CINTA PENASARAN

Pak Bahri mengumpat, kemarahannya sudah tidak terbendung lagi hingga ia berteriak kencang. “Bik Odaaaahhhh !!!!!”
103.7K viewsOngoingAdded to Library 114 Times as cho ahra
Read
+Library
Khair dan Khaira

Khair dan Khaira

“Ya, tengokin aja atuh ke rumahnya. Kemarin Bibi juga sudah kesana.” Riang mengangkat kepalanya. “Gimana keadaan Teh Khaira?” Belum sempat Bi Ocih menjawab, handphone Riang berdering. “Assalamualaikum,” sapa gadis itu sambilmenyusut ingus. “Iya, Ummi ... kapan? ... baik.” Bi Ocih mengangkat dagu seolah bertanya, ‘Ada apa?’ Riang Cuma menggelengkan kepala. Biar matanya sembab, dia masih bisa menggoda Bi Ocih dengan berkata, “Kepo, ya?”
1011.8K viewsCompletedAdded to Library 388 Times as cho ahra
Show Reviews (85)
Read
+Library
Eneng Susanti
Siapapun yang membaca cerita ini, tolong berikan tanda dengan komen atau ulasan. Walau hanya sepatah dua patah kata, itu sangat berarti bagi penulisnya 🥲 Terima kasih buat semua yang sudah memberikan ulasan ...
Agatha Orchidas
ternyata cerita ini manis kak... ... aku suka alurnya, aku gak paham ttg bahasa yg bagus baik dan benar itu seperti apa... sejauh ini bagiku bahasa hanya penghantar penyampaian kata... intinya aku suka... ... semangat terus kak... lanjut ya... ...
Read All Reviews
ZahFad

ZahFad

tanya Ibu seraya menangis . "Kalian kenapa baru pulang? Pestanya sudah berakhir. Hahaha," jawab Zahra tertawa keras di ruang tamu Ayah mendatanginya dan .... Plakkk! Sebuah tamparan keras darinya telah berhasil membuat perempuan itu sadar. Tanpa basa-basi, Zahra mengungkapkan semua yang dirasakannya selama ini.
2.0K viewsOngoingAdded to Library 42 Times as cho ahra
Read
+Library
ARJUNA

ARJUNA

Membalas senyum teh Aya yang terlampaui manis. "Wuah, gue jadi pengen tanya merek pelet yang di pake bang Banyu." Raina lagi lagi memberi komentar. Membuat Arjuna menatap cewek itu. Ada noda kuah merah di sudut bibirnya yang tiba-tiba membuat tangan Arjuna beraksi. Menarik tissu lantas mengusap noda itu lembut. Membuat Raina terdiam dan membulatkan mata.
105.4K viewsOngoingAdded to Library 212 Times as cho ahra
Read
+Library
Liara

Liara

Apa benar, Liara yang tengah menatapnya dengan raut khawatir ini adalah Liara yang tadi mengomel? Membuka kemeja Hagan, Liara tercengang melihat sesuatu yang menempel di kulit pria itu. Di sebelah kiri, persis si bagian rusuknya. Ia menatap wajah Hagan dan bagian itu bergantian. "Apa ini?" Jemarinya menyentuh tulisan berwarna hitam di sana. Kulit di bawah coretan itu terlihat memerah.
9.535.0K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as cho ahra
Read
+Library
HUMAIRA

HUMAIRA

"Ayah sangat sayang Humaira. Ayah harus menyelesaikan pekerjaan ayah sayang." "Sampai kapan Humaira harus menunggu ayah?" Humaira mulai menangis. Wati pun tak sanggup menahan air matanya. Tiba-tiba darah keluar dari hidung Humaira. Buru-buru Wati mengambil tisu untuk membersihkan darah yang keluar. "Bu, Humaira mimisan." Ucap Wati sedikit panik. "Iya, dari hari pertama sudah begitu Wati. Dan kemarin Humaira melakukan beberapa tes. Hari ini mungkin akan diberitahukan hasilnya." Ucap bu Gita.
103.5K viewsOngoingAdded to Library 79 Times as cho ahra
Read
+Library
Boss With Benefit

Boss With Benefit

“Kau baru datang Mariana?” Ares bingung dengan pertanyaan Javier. Jelas-jelas nama wanita itu Ahra. Ahra mengigit bawahnya. Seperti sedang meredam sumpah serapah keluar dari bibir ranumnya. “Nama saya Ahra Syahni, pak.” “Ah aku lupa. Sebab waktu pertama kali kita berkenalan kau menyebut nama mu adalah Mariani.” Tangan yang berada di sisi tubuhnya itu mengepal kuat. Matanya baru menangkap sosok Ares yang berdiri di samping Javier.
102.3K viewsOngoingAdded to Library 48 Times as cho ahra
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status