Teman Tidur Suamiku
“Eh, maaf, Non! Aduh, nyenggol.”
Sikunya “tidak sengaja” menyenggol tangan Anya yang bertumpu di meja. Momen sepersekian detik itu ia gunakan untuk melihat cincin itu lebih dekat, tanpa halangan. Matanya membelalak. Ia melihatnya dengan jelas. Sebuah cincin kawin. Polos, sederhana, tapi tidak mungkin salah.
Sebelum Anya sempat bereaksi, Ririn sudah kembali memasang wajah polos yang penuh penyesalan. Aktingnya payah sekali.