DENDAM BERKALANG NODA
Tidak seharusnya dia menunjukkan ketidak berdayaannya setelah melewati lika-liku kehidupan yang rumit selama dia masih hidup di dunia.
"Akh, apa yang kulakukan? Ini sudah menjadi resiko bagiku, aku tidak boleh cengeng begini!" gumam, Laura sambil mengusap sisa air mata yang masih membasahi pipinya.
Laura segera bangkit dari tempat duduknya dia berjalan menyusuri jalan, hingga tidak lama kemudian, wanita itu melihat seorang lelaki gagah dan tampan dengan pakaian berwarna biru muda, berdiri tegap membelakangi sebuah Mobil berwarna biru muda, benar dia adalah Tristan suaminya yang saat ini. Pria itu memberikan tatapan yang dalam kepada Laura. Seperti ingin berbicara sesuatu dan terburu-buru nam
Hot Chapters