Pelakor Itu Pembantuku
“Ya, Mel. Maaf, aku sayang banget sama kamu. Kalau memang belum boleh memiliki, bukankah lebih baik kita berjauhan dulu, daripada terjadi yang tidak kita inginkan, iya, kan, Sayang?”
“Tapi, kamu enggak boleh pergi ke Australia, Mas! Itu terlalu jauh. Aku akan bujuk Ibu, atau mulai nanti malam, aku akan Sholat Tahajud, memohon pada Allah, agar melunakkan hati Ibu. Asal kamu jangan pergi, Mas! Aku enggak mau berpisah lagi. Selama ini aku kuat menghadapi semuanya itu karena kamu. Setiap penderitaan menyiksa, kusebut namamu, aku kuat karena kamu, Mas. Karena aku tau kau ada selalu untukku. Tapi, bila kau ternyata jauh, aku akan hancur, Mas!”
Bab Populer