Film 'The Lovely Bones' benar-benar membawa emosi yang berbeda dibanding bukunya. Aku ingat pertama kali menontonnya, adegan pembuka di mana Susie Salmon memperkenalkan dirinya sebagai gadis 14 tahun yang sudah meninggal langsung bikin merinding. Film ini fokus pada perjalanan spiritual Susie di 'in-between' setelah dibunuh oleh tetangganya yang psikopat, George Harvey.
Yang paling menyentuh adalah bagaimana keluarga Salmon berusaha menghadapi kehilangan, sementara Susie menyaksikan dari alamnya. Adegan ayahnya yang terus mencari keadilan dan adiknya yang menemukan bukti pembunuhan itu sangat intens. Tapi endingnya berbeda dengan novel, di film Susie lebih cepat 'move on' setelah melihat keluarganya mulai sembuh. Visual effect alam limbo-nya Peter Jackson bener-bener memukau, meski beberapa orang merasa kurang dark dibanding versi bukunya.