Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bodyguard Muda Itu Ternyata Kaya Raya

Bodyguard Muda Itu Ternyata Kaya Raya

Lalu, mulai menggeseknya dengan gerakan maju mundur yang perlahan, stabil dan konsisten. Ciara melihatnya dengan tegang. Jantungnya berdebar kencang. "Ziyad, pelan-pelan! Jangan sampai tangan dan jari kamu terluka!" Ziyad mengangguk. Dia terus menggesekkan paku ke ikatannya. "Aaaarghh!" Ziyad merasakan tangannya terluka. Detik itu juga, Ciara melotot. "Tangan kamu keluar darah," katanya, memberitahu.
9.8129.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.6K kali sebagai cium tangan yang benar
Tampilkan Ulasan (40)
Baca
+Pustaka
Master KidOO
Bab. 127-128. Citra Mr KidOO rusak sudah. Mr KidOO harusnya berdiri sendiri, baik hati, ramah, independen, dan tidak suka menjilat. Tapi, yaa sudahlah, Novel karya adikku. Dia yang mengatur semuanya. Sebagai Kakak yang baik hanya satu kalimat untuknya. “Lanjutkan. Novelnya bagus.”
Zoya Dmitrovka
Halo, Zoyaliciouz! Alhamdulillah, buku Bodyguard tamat hari ini. Thank you so much buat semua pembaca, Bang Nano, Kak Nismairmadiana, Kak KidOO, Bang Ovan, Bang Regazza, Bang Quden and semuanya. Zoya nggak bisa sebut satu-satu (≧⁠▽⁠≦) Kalian luar biasa dan kalianlah motivasi aku menulis.
Baca Semua Ulasan
Candu Pelukan Tuan Muda Posesif

Candu Pelukan Tuan Muda Posesif

Saat Elena hendak mengambil tablet di tangan Arga yang menawarkan hal lain… Tangannya tidak sengaja menyentuh jemari pria itu. Keduanya refleks berhenti. Elena buru-buru menarik tangan. “Maaf… tidak sengaja.” Arga menatap jemarinya sendiri beberapa detik sebelum berdeham pelan. “Tidak masalah.” Nada suaranya tetap datar tapi tetap tenang. …
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai cium tangan yang benar
Baca
+Pustaka
Jodoh di Tangan Mama

Jodoh di Tangan Mama

Ia pun melakukan hal yang sama pada mangkuk sup Athalia yang juga sudah tandas isinya. “Tha,” panggil Asa pelan seraya mengulurkan tangannya pada Athalia. Uluran tangan itu disambut Athalia dengan lembut. Tangannya yang lebih kecil daripada Asa, menangkup tangan lelaki yang lebih besar itu lalu menyelipkan jemarinya di ruas jemari Asa–seperti yang memang Asa inginkan. Jemari mereka menyatu, mengisi ruang kosong yang mereka miliki dan Asa merasa senang hanya karena hal sekecil ini.
5.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 191 kali sebagai cium tangan yang benar
Baca
+Pustaka
Jodoh di Tangan Kakek

Jodoh di Tangan Kakek

tanya Wira. “Saya tidak tahu pak! Saya kira tidak ada yang berbeda dari kabel-kabel itu!” jawab pria itu. “Apa yang akan kamu jelaskan tentang sapu tangan ini? Dia memiliki sidik jari yang sama denganmu!” tanya Wira. “Sepertinya itu terjatuh di lokasi pak! Saya bersumpah saya tidak pernah berniat mencelakai orang pak!” ucap pria itu terus membela dirinya.
3.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai cium tangan yang benar
Baca
+Pustaka
Tumbal Purnama

Tumbal Purnama

Dengan satu tarikan napas panjang, Bima membuka peti itu. Di dalamnya ada sebuah pisau ritual dengan gagang yang terbuat dari tulang, serta sebuah buku yang halaman-halamannya sudah usang. Di halaman pertama, tertulis dengan tinta merah tua: "Hanya darah keluarga yang bisa memutus perjanjian ini." “Apa maksudnya?” Lila berbisik.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai cium tangan yang benar
Baca
+Pustaka
Semalam Bersama Tuan Presdir

Semalam Bersama Tuan Presdir

teriak Bima. Batu-Gunting-Kertas adalah sebuah permainan tangan dua orang. Permainan ini sering digunakan untuk pemilihan acak, Di kalangan anak-anak Indonesia, permainan ini juga dikenal dengan istilah "Suwit Jepang". Di Indonesia dikenal juga permainan sejenis yang dinamakan suwit. Terdapat tiga isyarat tangan dalam permainan ini. Batu digambarkan oleh tangan mengepal, gunting digambarkan oleh jari telunjuk dan tengah, kertas digambarkan oleh tangan terbuka. Tujuan dari permainan adalah mengalahkan lawan bermain. Aturan standar adalah batu mengalahkan gunting, gunting mengalahkan kertas, dan kertas mengalahkan batu.
1050.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai cium tangan yang benar
Baca
+Pustaka
Gus! I Lap Yuh!

Gus! I Lap Yuh!

“Salim dulu, Dek. Tolong dibiasakan.” Khoiron mengulurkan tangannya yang langsung saja ditarik secara bar-bar oleh Tatiana. Gadis itu menempelkan punggung tangan Khoiron pada keningnya, bersalim ria meski terpaksa. “Salah, Dek,” koreksi Khoiron dengan kepalanya yang menggeleng. “Bukan kening yang cium tangan Mas, tapi bibir kamu. Ayo diulang biar benar,” ucapnya mengarahkan Tatiana.
9.38.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 211 kali sebagai cium tangan yang benar
Baca
+Pustaka
TEROR MAKHLUK PENUNGGU BUKIT LAMPU

TEROR MAKHLUK PENUNGGU BUKIT LAMPU

Setelah berdiri dia langsung pasang kuda-kuda dengan jurus cengcorang kegelian tak tentu arah. Kenapa dikatakan jurus cengcorang? Karena terlihat dari gerakkan ke dua tangan Tiwi yang memutar ke sembarang arah seperti cengcorang. Ujung jarinya bertaut membentuk kerucut, persis ular kadut lagi galau mau mematuk. Disamping kedua tanganya aktif bergerak ke sana dan ke sini, Langkah kaki Tiwi pun ikut bergerak ke kiri dan kanan, kayak ibu-ibu yang lagi senam poco-poco di jalan gang kompleks perumahan.
6.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 157 kali sebagai cium tangan yang benar
Baca
+Pustaka
PENDEKAR MACAN TUTUL

PENDEKAR MACAN TUTUL

Suara teriakan yang diselingi dengan auman dan gerungannya yang mengandung kekuatan tenaga dalam tinggi sekali-kali terdengar ketika tendangan dan cakaran mengenai dan menghancurkan setiap sasarannya. Demikian juga serangan mencakarnya, pun meninggalkan bekas yang mengerikan. Kedua jari tangannya laksana sepasang cakar yang terbuat dari baja yang sangat tajam dan mematikan. Bisa dibayangkan, jika tubuh manusia yang menjadi sasaran serangan cakaran maut itu, maka bisa dipastikan sang musuh akan meregang nyawa dalam waktu yang singkat!
8.97.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 150 kali sebagai cium tangan yang benar
Baca
+Pustaka
Ciuman Pengkhianat

Ciuman Pengkhianat

Setengah jam kemudian, aku melihat Lidya mengunggah sebuah status. Foto dua tangan yang saling menggenggam. Jam tangan Rolex hijau, kemeja putih, dan tangan yang sangat familier itu. Aku langsung kenal bahwa itu adalah tangan Arkan. Hanya saja, cincin kawin di jari tengahnya telah dilepas, meninggalkan bekas pucat. Lidya juga menambahkan dua kalimat di foto itu. "Lucunya, anjing kesayanganku terlalu lengket. Hujan deras pun harus menemaniku."
8.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 171 kali sebagai cium tangan yang benar
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status