Malam yang panas
Ciuman mereka bukan ciuman terburu-buru atau membara karena nafsu—itu adalah ciuman pertemuan, ciuman pengakuan, bahwa mereka pernah hancur, dan kini mencoba disatukan kembali.
Bibir mereka saling bertaut, awalnya lembut, penuh kerinduan. Nafas mereka berbaur, hangat, mendalam. Ada desir halus yang mengalir di tubuh Nadia, bukan hanya karena sentuhan, tapi karena kepercayaan yang mulai tumbuh kembali. Tubuhnya condong ke depan, membiarkan dirinya jatuh dalam pelukan Reza, kali ini dengan seluruh hatinya.
Hot Chapters