Aku sering kesal sekaligus terhibur ketika harus memilih padanan bahasa Indonesia untuk 'accompanying'—soalnya konteksnya ngubah arti cukup drastis.
Kalau aku jelasin secara langsung: 'accompanying' dalam bahasa Inggris sering muncul sebagai present participle atau adjective yang berarti 'yang menyertai/iringan/ditemani oleh'. Itu fleksibel banget; bisa merujuk pada orang, benda, atau fenomena. Misalnya 'accompanying documents' biasanya lebih pas diterjemahkan jadi 'dokumen yang menyertai' atau singkatnya 'dokumen terlampir', bukan 'pendamping' karena dokumen bukan makhluk hidup. Sementara 'accompanying music' lebih alami kalau jadi 'iringan musik' atau 'musik pengiring'. Di sisi lain, kalau konteksnya seseorang yang menemani, terjemahan naturalnya adalah 'menemani' (kata kerja) atau 'pendamping' (kata benda) jika memang merujuk pada peran resmi: 'pendamping pasien', 'pendamping acara'.
Perbedaan inti yang sering bikin salah kaprah: 'pendamping' di bahasa Indonesia cenderung sebagai kata benda yang menunjuk pada orang atau peran, sedangkan 'accompanying' di Inggris sering berfungsi sebagai kata sifat atau bentuk verbal yang sifatnya deskriptif. Jadi kalimat 'He is accompanying her' jangan diterjemahkan jadi 'Dia adalah pendampingnya'—lebih tepat 'Dia sedang menemani dia'. Sebaliknya, 'the accompanying report' paling pas jadi 'laporan yang menyertai' atau 'laporan terlampir'. Intinya: selalu lihat apakah subjeknya orang atau benda, apakah fungsi katanya sebagai kata kerja/progresif atau sebagai penjelas sifat. Kalau bingung, ambil opsi yang paling natural: 'menemani' untuk aksi orang, 'pendamping' untuk peran resmi/instansi, 'terlampir/yang menyertai/iringan' untuk benda atau fenomena. Itu triknya—sedikit konteks, sedikit naluri bahasa, selesai. Aku biasanya cek lagi contoh kalimat sebelum putuskan kata mana yang dipakai, dan itu sering menyelamatkan terjemahan dari bunyi kaku atau salah makna.