SETELAH TALAK TIGA
tanya dia, aku mengangkat wajah, menormalkan ekspresi agar tak ketahuan sedang menilainya tadi.
"Oh, nggak kok, Pak. Yuk!" seruku, dia mengangguk tak yakin, lalu kami beranjak pergi, kuikuti langkah pria itu, dia berusaha menyejajarkan posisi jalan kami agatr beriringan, tapi aku selalu memperlambat langkah agar tertinggal, entahlah, rasanya masih canggung.
———
Capítulos Populares