DALAM DEKAPAN WANITA MALAM
Lukisan seorang wanita yang sedang menangis sembari menatap rembulan, lukisan yang Damar gantungkan di dinding ruang kerja, lukisan yang selalu Damar pandang kala rindu dan gelisah mendera.
“Mas, kopi dari lampung belum datang.” Seorang pria dengan pakaian rapi menghadap Damar, orang kepercayaan yang sejak kafe bernuansa jawanya berdiri menjadi pengabdi setianya.
Damar menoleh. “Bimo, dari kapan di sini?”
Bimo terkekeh. “Dari tadi, dari waktu Mas damar nggak kedip ngeliatin lukisan dari Mbak Joya.”