Hati yang Terbagi
Aku terkekeh "bahasnya bagus banget Mas, cocok tuh untuk judul novel,"
Mas Ubay ikut tertawa. "Habis, Mas geli aja membayangkan jika itu jadi kenyataan. Ibarat permen, dia itu permen yang sudah terbuka kemasannya. Ga tau mereknya apa, binatang apa saja yang sudah hinggap, masa mas punggut,"
"Hahaha, patah banget, Mas perumpamaannya,"
"Ya faktanya begitu, kan?" Aku tersenyum, apa yang Mas Ubay katakan emang begitu adanya. Mas Ubay menatapku lekat.