Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mata Batin

Mata Batin

Bagaimanapun caranya. "Wanita licik! aku akan memusnahkan kamu." Monolog Bara dalam hati. Bara bersiap untuk menyerangnya tetapi suara itu kembali terdengar hingga kepala Bara ingin pecah dan mengeluarkan isi otaknya. "Argh!'" ****
1019.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 443 kali sebagai contoh monolog tentang aku
Baca
+Pustaka
Ternyata Aku Madunya

Ternyata Aku Madunya

ucap Rama mulai dengan nada tinggi. "Bisa nggak, pelanin suara kamu, ini tempat umum, kamu nggak usah bilang aku egois, sedari awal yang egois itu kamu, kamu udah hancurin hidup aku, aku sudah berusaha menerima itu semua, sekarang aku berhak bahagia dengan pilihan aku, jadi tolong, jangan ganggu aku lagi, dan anak-anak. Jangan buat aku kembali mengungkit-ungkit hal buruk tentang kamu lagi, yang membuat aku semakin perpikir ulang memberikan ijin anak-anak tinggal sama kamu," jelas Fina panjang, ia sangat kesal dengan laki-laki itu.
1013.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 416 kali sebagai contoh monolog tentang aku
Baca
+Pustaka
Antara Mantan dan Selingkuhan

Antara Mantan dan Selingkuhan

Menempatkan Mone sebagai pelampiasan atas rasa sakitnya akan hancurnya harapan? "Aku gak bisa ngelanjutin ini lagi." Mone menunduk, suaranya kali ini terdengar lirih. "Aku pikir, aku bisa ngelewatin semuanya. Bahkan kalo seisi neraka menghadang pun aku sanggup melewatinya asal sama kamu. Nyatanya kamu gak pernah bener-bener sama aku, Mas?" Mone beranjak dari tempat tidurnya, lalu berjalan gontai menuju toilet. Ditutupnya dengan asal pintu toilet, lalu Mone mengucurkan air shower membasahi seluruh tubuhnya.
105.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 123 kali sebagai contoh monolog tentang aku
Baca
+Pustaka
Pesan Kotor Di Laptop Anakku

Pesan Kotor Di Laptop Anakku

Serendah itukah aku sekarang? “Mungkin aku sudah terlalu jauh tersesat,” kataku dengan bibir yang bergetar. Pelupuk ini langsung terasa memanas. Seperti ada genangan yang hendak jatuh melintasi pipi. “Tadi aku nggak menyindir siapa pun. Aku hanya cerita tentang diriku sendiri. Tolong jangan tersinggung. Tidak semua ucapanku buat orang lain. Paham?” Pesan itu terdengar sangat menohon. Ulu hatiku bahkan terasa perih karenanya.
1065.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai contoh monolog tentang aku
Baca
+Pustaka
Gaun Pengantin Untuk Maduku

Gaun Pengantin Untuk Maduku

"Semua bukti ini akan mempermudah jalanku di pengadilan nanti." Kalimat-kalimat monolog itu terus aku ucapkan dengan kesadaran yang tak sepenuhnya normal. Berkali-kali juga air mataku mengalir, walau selalu aku seka tanpa jeda. Sialnya, air mata ini tak mau berhenti sama sekali.
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai contoh monolog tentang aku
Baca
+Pustaka
Sayembara Pelakor Milyader

Sayembara Pelakor Milyader

Aku bermonolog pelan seraya melipat tangan kiri ke dada dan tangan kanan mengelus dagu. "Itu sebabnya aku tidak ingin kamu dan keluargamu bernasib sama seperti kedua orang tuaku. Jika kamu tak percaya, aku bisa mengajakmu bertemu Papa dan Mama." Tanpa ragu, aku pun mengangguk. Aku ingin secara langsung mendengar sebuah pengakuan, bukan hanya sekedar katanya. Jika benar apa yang dikatakan oleh Dion, itu artinya aku harus berjuang menyadarkan Papa dan Mama bahwa pilihannya salah.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai contoh monolog tentang aku
Baca
+Pustaka
Eternal Love

Eternal Love

pintaku disela tangisanku "Papa sendirian, aku juga. Kalau kita tinggal bersama, kita tidak kesepian lagi kan?“ kataku bermonolog. Kutatap pria yang pernah menikahi mommyku, dia juga pernah melakukan kesalahan kepada mommy dan dua saudaraku, tapi setidaknya Papa sudah menyadari kesalahannya. "Daddy benci padaku, semuanya membenciku sekarang. Daddy bahkan tidak mau menganggapku anaknya lagi,” kataku mengeluar-kan pikiranku, hal yang selama ini hanya kulakukan jika aku sendiri atau dengan ikan peliharaan mommy.
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 144 kali sebagai contoh monolog tentang aku
Baca
+Pustaka
Mantan Istri Membalas Suami Arogan

Mantan Istri Membalas Suami Arogan

Atau mungkin dia berharap jika suatu waktu aku akan kembali kemari. Aku tersenyum menatap ke keluar jendela, yang langsung mengarah pada taman dan kolam ikan. Mendadak kenangan bersama Mama dan Papa menari di pelupuk mata. "Maafkan Nay, Ma, Pa. Nay sudah gagal. Nay terlalu egois, tak mendengarkan kata Kakak." Aku bermonolog sendiri. "Nay!" Tiba-tiba suara ketukan pintu di susuk suara Kaka Dipta memanggil.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai contoh monolog tentang aku
Baca
+Pustaka
KAU MENDUA AKU PUN SAMA

KAU MENDUA AKU PUN SAMA

“Aku sengaja nggak bilang, Mbak. Karena aku pengen tenang. Alasan aku kerja salahsatunya supaya nggak terlalu terpuruk. Makanya, selama ini aku nggak buka identitas aku. Karena hal itu hanya membuat hatiku semakin saja,“ sahutku sambil tertawa menyeringai. “Ya Allah, Nai ...“ Mbak Tetty langsung merangkulku. Pun dengan Riana dan Gita. “Eh tapi gimana sekarang kabar adik madunya, Mbak Nai? Sudah sadar kan?“ tanya Gita. Aku menggeleng cepat. “Aku tak tahu dan tak berminat mencari tau,“ jawabku sambil tersenyum tipis.
9.971.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai contoh monolog tentang aku
Baca
+Pustaka
Anak Haram yang Dibenci Ayahku

Anak Haram yang Dibenci Ayahku

“Aku tidak pernah menganggapmu anakku.” Suara Gavin terdengar dingin dan tegas. Kalimat itu jatuh di tengah aula megah yang dipenuhi tamu undangan. Lampu kristal berkilauan di langit-langit, memantulkan cahaya ke seluruh ruangan yang kini mendadak sunyi. Monica berdiri di atas panggung. Gaun hitam panjang yang ia kenakan tampak kontras dengan kulitnya yang pucat.
10927 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai contoh monolog tentang aku
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status