Dinikahi untuk diduakan
ujar pak Somad.
“Jangan begitu pak, kita semua sama, saya dan suami pun belum apa-apa, kami merintis usaha dari nol, jatuh bangun tak selamanya berjalan baik, kami pun sama saja seperti pasangan lainnya yang menghadapi permasalahan dan pertengkaran kecil,” jawabku dengan menekan nada untuk menjelaskan bahwa apa yang pak Somad lihat tentang kami tak selama nya baik, aku senang bahwa mereka berfikir positif tentang suamiku bahwa dia shalih dan mapan, tapi kemapanan nya ini dibangun dengan seluruh keringat, tenaga, usaha, air mata dan doa aku istrinya!!! Pernikahan kami mungkin nampak sempurna sehingga pak Somad berfikir jika putrinya menikahi suamiku maka suamiku akan memperlakukan Utari denga
Sikat na Kabanata