Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

Di sana, tertulis dengan tinta hitam yang masih basah: "AKU INI BINATANG JALANG" "Apa-apaan ini?" gumam Sori. Awalnya ia merasa kata-kata itu kasar, aneh, dan tidak sopan untuk sebuah puisi. Namun, semakin ia menatapnya, semakin ia merasa hatinya tersayat. Kata-kata itu meledak dengan semangat pemberontakan, kesepian, dan kejujuran yang brutal—hal-hal yang tidak pernah ia temukan dalam puisi-puisi kekaisaran yang membosankan dan penuh basa-basi.
101.2K viewsOngoingAdded to Library 44 Times as contoh sajak puisi
Read
+Library
Sang Pemburu Bayangan

Sang Pemburu Bayangan

Dia tanpa pikiran yang membuat kita berpikiran. Dia adalah kita dan kita adalah dia. Namun, dia tak pernah mengakuinya." Puisi sederhana itu, selalu bisa membuat Andi merasa pusing. Selain bahasanya yang penuh misteri, penulisnya juga membuat Andi sangat penasaran. Karena setahunya, ayahnya sangat jarang menulis puisi dan tidak pernah terlihat menulis puisi seperti itu. Karena ayahnya dulu, lebih sering menulis artikel dan novel. Bahasa yang digunakan ayahnya juga biasanya lugas, keras dan pedas. Berbeda dengan bahasa penuh misteri dalam puisi itu.
9.93.2K viewsOngoingAdded to Library 70 Times as contoh sajak puisi
Read
+Library
Di mana Rindu ini Kutitipkan

Di mana Rindu ini Kutitipkan

00, tiba-tiba Sally mengirim sebuah pesan: Tentang sajak siang Yang berinsut pada malam Malam ketika senyum sapa Menyepi dalam logam-logam Kautahu, jelaga malam ini begitu menyiksaku Rasanya persendianku ikut beku Lalu beberapa menit selanjutnya Aku meregang nyawa dalam secangkir kopi susu Oh, maafkan aku Sally. [1] Blayang: melayang-layang. Bisa diartikan pikirannya ke mana-mana dan tidak bisa tenang.
103.6K viewsOngoingAdded to Library 96 Times as contoh sajak puisi
Read
+Library
Atas Nama Pohon Suci

Atas Nama Pohon Suci

Aku pun manut sambil tetap setia menatap ke arah dadanya. Memang, setiap jengkal tubuhnya adalah puisi. Sesuatu yang indah untuk dinikmati. Tapi bukan jenis sajak Mbah Sutarji yang deklamasinya kayak baca mantra itu. Tetapi lebih dekat dengan syair mendiang Eyang Sapardi yang aku ingin mencintaimu dengan sederhana. Namanya Juleha Dwi Cahyani. Kita panggil saja dia Juleha.
105.7K viewsOngoingAdded to Library 172 Times as contoh sajak puisi
Read
+Library
IPRIT

IPRIT

Angin berhembus menembus sukma Seorang lelaki mengembara mencari tempat Tempat hati kelak berlabuh Lelaki berirama senyap merindu kidung dalam sunyi Menatap langit berpendar asa Cahaya gemintang mengganti kelam Di manakah engkau, Puspita Jaka menggoyangkan kakinya sambil asyik bersyair. Onet sibuk mengunyah buah pisang hutan. Tiba-tiba terdengar satu suara halus membalas syair Jaka.
1052.4K viewsCompletedAdded to Library 1.6K Times as contoh sajak puisi
Read
+Library
Mengandung Bayi Presdir Dingin

Mengandung Bayi Presdir Dingin

Keenam orang itu mengonfirmasi urutan tanggapan puitis mereka. Christopher adalah orang pertama yang membacakan puisi, bertemakan angka dua: "Rumput tumbuh, burung warbler membumbung tinggi di langit bulan Februari (2); di sepanjang tanggul, pohon willow menari dalam kabut musim semi yang memabukkan." Selanjutnya adalah Leia, yang memusatkan syairnya pada angka empat: "Teras ini memanjang empat (4) ribu delapan ratus zhang; merenungkannya membuat orang merasa cenderung mengarah ke tenggara."
3.1K viewsCompletedAdded to Library 112 Times as contoh sajak puisi
Read
+Library
Jeruji Tanah Anarki

Jeruji Tanah Anarki

“Dedaunanku menari Iringi senandung nabastala Cerah berpendar Sebiru gagang pedangmu Lukaku merona Pancar penuh tawa Atas kabar bersambutnya rasa Dersik pembawa bahagia Katamu akulah sahmura Pendar mewangi helai mahkota Kataku akulah akara Pendar meluruh tiap amerta Sejuk dersik sarayu Simpul terukir kehadiratmu Indah irama jantung bertalu Tuan, nada ini untukmu.” Usai membaca puisi, Shaw mengusap tengkuk. “Aaa ... aku tidak begitu memahami puisinya.” “Tapi puisinya bagus. Kira-kira siapa penulis puisi itu?” Jari telunjuk Bailey mengetuk-ngetuk dagu, otaknya berpikir.
1010.0K viewsOngoingAdded to Library 318 Times as contoh sajak puisi
Read
+Library
Ai (Untuk Leo)

Ai (Untuk Leo)

Kau Maha Adil Sang Pencipta Raga dan jiwaku kau wakilkan Hingga kubisa tenang pada waktunya Tunggulah aku semuanya Susulanku segera kalian terima Hingga waktu itu tiba Leo terkesan dengan dengan sajak puisi yang telah ia baca tersebut. Ia yakin, puisi ini memiliki makna tersendiri dan bukan hanya sekedar karangan. Terpikir dalam pikirannya untuk mencari tahu siapa penulisnya. Maka dibukalah lagi lembaran berikutnya. "Berlarilah karena mimpimu, jangan dengarkan perkataan mereka tentang mimpimu, Biarkan mereka tidak tahu, siapa sebenarnya dirimu."
103.9K viewsOngoingAdded to Library 93 Times as contoh sajak puisi
Read
+Library
Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin

Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin

Di atas kertas, sebuah puisi yang ditulis dengan aksara rumput liar terpampang jelas. Ketika Mardi, Haidar, dan yang lainnya kembali sadar dan membaca isi puisinya, wajah mereka perlahan memerah, dipenuhi rasa malu dan marah. [ Memuji Jarum ] [ Seratus kali tempa, jadilah sebatang jarum, ] [ Terbalik terguling, menari di atas kain. ] [ Mata seolah-olah tumbuh di bagian belakang, ]
10273.7K viewsCompletedAdded to Library 6.3K Times as contoh sajak puisi
Read
+Library
LEAK

LEAK

*** Jejak kaki : *Simpang = Mampir *Adi tumben, tepuk dini = Wah tumben, ketemu di sini *Astungkara = Ucapan pengharapan *Tyang = Saya *Dadong dagang canang = Nenek penjual canang *Gayatri Mantram = Doa pelindung *Puja Trisandya = Doa pemujaan untuk Tuhan *Sanggah = Tempat persembahyangan untuk kasta biasa
9.916.8K viewsCompletedAdded to Library 420 Times as contoh sajak puisi
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status