Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Sang Miliarder Tersembunyi

Sang Miliarder Tersembunyi

Nobito
Di dunia yang penuh dengan ketidakadilan ini, Devano adalah contoh seseorang yang hidup dengan keras yang justru membentuknya menjadi pria tangguh, tapi tetap berhati lembut. Kematian kedua orang tuanya karena kecelakaan, memaksa dia tinggal di panti asuhan, dia tumbuh menjadi individu yang membanggakan dengan bantuan ayah angkatnya di panti asuhan. Meski Devano sebenarnya berasal dari keluarga kaya, tapi pengusiran kedua orang tuanya oleh kakeknya sendiri membuat trauma tersendiri untuk Devano. Meski begitu, tidak seperti kebanyakan anak di panti asuhan, Devano tidak hanya berkembang secara mental tetapi juga secara fisik, menjadi ahli dalam seni bela diri pada usia muda. Namun, ketika masa depannya terancam oleh penyakit yang menyerang ayah angkatnya, Devano harus berjuang mencari uang untuk membayar biaya rumah sakit. Sementara itu, Safira, cucu dari keluarga pengusaha, mengalami penghinaan tiada henti karena dianggap rendah oleh keluarganya yang kaya karena status ibunya yang berasal dari keluarga miskin. Meskipun demikian, kehidupannya menjadi lebih rumit ketika dia terlibat dalam urusan bisnis keluarga yang ingin bekerja sama dengan sebuah perusahaan besar di Kota Bulgari. Tidak disangka, saat mereka bertemu, Devan dan Safira merasakan ikatan yang kuat di antara mereka. Devan, dengan segala keberanian dan keteguhan hati, berusaha merebut hati Safira, yang terpesona oleh kebaikan dan juga kehalusan buda pekertinya. Namun, ketika Devan berusaha membantu ayah angkatnya dengan meminta pinjaman uang kepada CEO di tempatnya bekerja, segalanya berubah. Bukan bantuan pinjaman yang dia dapatkan, melainkan pemecatan yang tak terduga. Pertanyaan pun muncul: Akankah Devan dan Safira bersatu dalam cinta? Apa yang akan terjadi pada masa depan Devan setelah kehilangan pekerjaannya? Apakah cinta mereka cukup kuat untuk mengatasi semua rintangan yang mereka hadapi? Semua jawaban terdapat di halaman-halaman cerita yang memukau ini, yang memperlihatkan bahwa cinta sejati dapat mengatasi segala rintangan, dan bahwa kekuatan sejati terletak dalam keberanian untuk berjuang demi yang dicintai.
2.4K viewsOngoingAdded to Library 61 Times as contoh tabu
Read
+Library
DIA YANG BELUM TERJAMAH, AKU PEMENANGNYA!

DIA YANG BELUM TERJAMAH, AKU PEMENANGNYA!

Makarimx
Chan, pria berusia 16 tahun memasuki sekolah barunya, pria yang sudah 3 tahun tak mengenal lagi yang namanya cinta dan wanita kembali digetarkan hatinya ketika memasuki sekolah itu. Sasha, wanita berparas cantik, kalem, berkaca mata dan bersuara lebut itu berhasil membuatnya untuk kembali mengenal cinta, sayang harapan pria itu dipatahkan lagi dengan Sasha yang sudah ada kekasih. Alif, teman serta sahabat pertamanya yang selalu menemaninya kemana saja dan juga menjadi teman dekat Sasha dan Ella. Pria itu dikejutkan dengan siswi yang mengikuti media sosialnya dan juga memulai obrolan melalui pesan kepadanya, Lily siswi yang hampir menabraknya sore itu diam-diam juga menyukainya. Latar belakang Lily yang seorang lulusan pesantren dan untuk pertama kalinya mengenal pacaran bertolak belakang dengan gaya pacaran pria itu. Pelan-pelan wanita itu menerimanya dengan alasan cinta. Hubungan Lily dan pria itu kandas karna didasari rasa bosan Si pria. Seminggu kemudian Lily kembali menjalin hubungan dengan pria sekelasnya yang sewaktu dengan Chan sering menggodanya. Hubungan Sasha dengan kekasihnya kandas, Ia yang sudah dekat sebelumnya dengan Chan dijadikan oleh Ella sahabatnya sendiri sebagai alasan hubungan Sasha dengan kekasihnya hancur. Hubungan Sasha, Chan dan Ella semakin memburuk seiring kedekatan antara Chan dan Sasha semakin dekat. Tiada hari tanpa berbalas pesan dan telfonan, hal ini membuat hubungan pria itu dengan wanita pujaannya semakin dekat dan akhirnya mendapatkannya. Sasha yang polos, dan belum pernah terjamah lelaki bahkan untuk memegang tangannya saja lelaki lain sangat jarang. Lagi-lagi berdalih rasa sayang pria itu melancarkan aksinya dimulai dari kecupan di kepala hingga tangannya yang bermain. Hal ini sangat di benci oleh Sasha dan tidak akan menerima perlakuan itu. Dan akhirnya seiring berjalannya waktu dan momen yang banyak dilewati membuat wanita itu menerimanya. Benar pria itu sangat mencintainya, benar begitulah caranya mengungkapkan rasa sayangnya yang tulus walaupun tabu akan tetapi itulah adanya. Chan dialah pemenangnya!
102.3K viewsOngoingAdded to Library 62 Times as contoh tabu
Read
+Library
Harga Mahal dari Sebuah Mangga

Harga Mahal dari Sebuah Mangga

Saat aku berusia tujuh tahun, wanita cantik yang dibawa pulang oleh ayahku memberiku sekotak mangga. Hari itu, sambil melihatku menyantap mangga dengan lahapnya, ibuku membubuhkan tanda tangannya di atas surat cerai, lalu melompat dari gedung untuk mengakhiri hidupnya. Sejak saat itu, mangga menjadi mimpi burukku seumur hidup. Oleh karena itu, di hari pernikahan kami, aku berkata kepada suamiku, Edwin Faresta, "Kalau suatu saat kamu mau cerai, kasih saja aku buah mangga." Suamiku memelukku tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Namun, sejak saat itu, mangga juga menjadi hal yang tabu bagi dirinya. Pada malam Natal di tahun kelima pernikahan kami, teman masa kecil suamiku meletakkan sebuah mangga di atas meja kerjanya. Hari itu juga, suamiku mengumumkan pemutusan hubungan dengan teman masa kecilnya, Rani Delana dan memecat Rani dari perusahaan. Pada hari itu, aku merasa bahwa dialah pria yang memang sudah ditakdirkan untukku. Hingga setengah tahun kemudian, aku kembali dari luar negeri setelah berhasil menegosiasikan kontrak kerja sama senilai dua triliun. Di pesta perayaan itu, suamiku menyodorkan segelas minuman kepadaku. Setelah aku meminum setengahnya, teman masa kecil suamiku, yaitu wanita yang dulu diusirnya dari perusahaan itu, berdiri di belakangku dan bertanya sambil menyeringai, "Apa jus mangganya enak?" Dengan wajah penuh rasa tidak percaya, aku menoleh ke arah Edwin, suamiku. Namun, Edwin justru menahan tawa dan berkata, "Jangan marah ya. Rani bersikeras memintaku untuk mengerjaimu sedikit." "Aku kan nggak kasih kamu buah mangga. Aku cuma kasih kamu sebotol jus mangga saja." "Lagi pula, menurutku Rani benar. Kamu nggak mau makan mangga itu cuma karena kamu banyak tingkah aja." "Lihat sendiri, 'kan? Tadi kamu meminumnya dengan sangat senang." Wajahku langsung menjadi dingin. Aku mengangkat tangan dan menyiramkan sisa jus mangga itu ke wajah pria itu, lalu berbalik pergi. Ada beberapa hal yang selamanya tidak akan pernah menjadi bahan candaan. Mangga bukan sekadar lelucon dan niatku untuk bercerai juga bukan candaan.
12.7K viewsCompletedAdded to Library 368 Times as contoh tabu
Read
+Library
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status