MAWAR
Ucapku dengan intonasi tinggi sehingga menggelegar di ruangan yang hanya diisi oleh suara isakan pelacur itu.
Mawar hanya diam, ia menundukkan kepalanya dan menangis mengeluarkan suara lirih. Aku mengambil vas kristal yang kebetulan berada di sebelahku dan melemparkannya langsung kearahnya hingga pecah berserakan, vas itu mengenai kepala ranjang sehingga hancur berserakan diatas ranjang. Meskipun emosi menguasai diriku, aku masih waras untuk tidak menyakitinya, entah kenapa melihat tangisannya membuatku tidak tega menyakitinya, arrgggh! Sial!