Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dicampakkan Suami Dinikahi Dokter Tampan

Dicampakkan Suami Dinikahi Dokter Tampan

Tidak melepaskan plastik berisi kelapa. “Aku lagi ngidam, Mas. Jadi berikan padaku.” “Kalau kamu ngidam, harusnya kamu beritahu aku, bukan beritahu orang lain.” Alby merasa tidak terima. “Aku tidak memberitahu dia. Dia mungkin baca statusku di media sosial.” Kalea merebut plastik berisi kepala. Saat Alby tengah lenggar, plastik itu dapat direbut. Kalea segera menutup pintu ketika mendapatkan kelapa itu.
1032.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai cup plastik
Baca
+Pustaka
Jangan Lakukan Ini, Kalian Itu Sepupuku!

Jangan Lakukan Ini, Kalian Itu Sepupuku!

ucapku singkat. Dia menerima plastik itu tanpa banyak tanya, lalu tersenyum santai. “Aku sudah makan semalam. Obat seperti itu juga selalu ada, sih. Tapi terima kasih ya. Ini bisa untuk jaga-jaga, siapa tahu butuh nanti," ucapnya lalu terkekeh pelan. Aku sempat terdiam sepersekian detik dan mengerutkan alisku.
1037.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai cup plastik
Baca
+Pustaka
Mencintai Seorang Climber

Mencintai Seorang Climber

Ternyata gelas-gelas plastik dari Ucup masih ada di dalam karung, bertumpuk dengan karung-karung lain yang juga berisi barang bekas. “Belum saya jual lagi ke bandar besar.” ujar sang bandar. Ekky merogoh uang dari dompetnya untuk membeli sekarung gelas plastik. Melihat itu, Ucup tampak panik. “Pak, saya nggak tahu apa-apa, bukan saya yang memasukkan racun ke makanan di Tk itu ….” “Kita lihat saja nanti, setelah petugas laboratorium memeriksa semua gelas plastik ini.”
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai cup plastik
Baca
+Pustaka
Iblis Suci Pemilik Pedang Surga

Iblis Suci Pemilik Pedang Surga

“Ini terbuat dari apa? kalian tidak menggunakan perunggu atau tanah liat untuk wadah makan?” Li Jun tersedak kuah mie saat mendengar pertanyaan polos yang keluar begitu saja dari mulut Wen Lai. “Kalian, orang Diyu, tidak tahu kalau ada kertas dan plastik yang bisa digunakan untuk tempat makanan atau minuman?” tanyanya kemudian. “Plastik?”—Wen Lai semakin bingung. Li Jun menggumam, “Ah, bagaimana aku menjelaskannya?”
1012.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 301 kali sebagai cup plastik
Baca
+Pustaka
Ilusi Cinta Swastamita

Ilusi Cinta Swastamita

“Nak, ini di plastik apa? air putih?” Nenek memegang plastik tersebut dan mengamatinya. “Iya nek.” Daisha mengambil botol minum di kulkas dan menuangkan air putih tersebut di botol minum. kemudian dimasukkan lagi botol itu ke dalam kulkas. Daisha juga mengambil mangkuk kemudian menuangkan soto yang dia bungkus tadi. Lucunya plastik bungkus air putih dan soto tersebut tidak dibuang. Tapi dicuci oleh Daisha pakai sabun cuci piring. Dibilas bersih kemudian dijemur pakai jepitan baju di halaman belakang.
3.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai cup plastik
Baca
+Pustaka
Kubuang Suami Sampah Pada Tempatnya

Kubuang Suami Sampah Pada Tempatnya

tanya Alrik seraya menyambar plastik hitam berisi lima belas botol jamu yang baru kukeluarkan dari showcase dan dua jar masker yang kupisah plastiknya. “Iya, Rik. Jamu-jamunya kupisah ya, di dalam. Kunir sama kunir, pegal linu sama pegal linu. Maskernya juga di dalam. Sengaja kubungkus jadi satu biar kamu nggak repot nenteng banyak plastik,” ucapku seraya tersenyum kepada Alrik.
538.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai cup plastik
Baca
+Pustaka
AIR MATA RINDU

AIR MATA RINDU

Kutatap plastik putih yang didalamnya terdapat stereofoam itu. "Ini kwetiau goreng kesukaan kamu, Rin. Tolong terimalah," mohonnya yang kembali terdengar di telinga. Kali ini aku benar-benar ada di antara jurang dilema. Ingin rasanya kuambil plastik itu karena perut ini pun tengah kelaparan. Namun, di satu sisi aku takut memberi Mas Dimas harapan. "Mas mohon, Rin. Tolong ambillah. Setelah ini Mas akan pergi."
1013.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 285 kali sebagai cup plastik
Baca
+Pustaka
Pawang Cinta Presdir Misterius

Pawang Cinta Presdir Misterius

Karena Edward memiliki daftar alergi akan kacang. "Makannya dengan plastik begini?" Edward tampak bingung dengan cilok yang dibelinya. "Iya. Seperti ini." Erin mempraktekkan cara memakan cilok dalam plastik. Ia mengigit bagian ujung kanan plastik hingga berlubang, lalu sebuah pentol cilok dihisap dan dikunyah olehnya. Edward mengikuti apa yang dilakukan Erin. Cukup lucu dimata Erin mengajari memakan cilok menggunakan plastik pada Edward.
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai cup plastik
Baca
+Pustaka
Akhirnya Aku Kembali

Akhirnya Aku Kembali

Beranjak dari ranjangnya, Shen Yiyi ingin melihat semakin dekat benda yang menyerupai sebuah plastik berwarna hitam dan berukuran sangat besar itu. Setelah semakin dekat, Shen Yiyi dapat memastikan bahwa benda itu memanglah sebuah plastik yang telah terisi penuh dan membengkak dengan sangat besar. Kedua alis Shen Yiyi sedikit mengernyit karena penasaran dengan isi di dalam plastik super jumbo itu.
9.8191.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.4K kali sebagai cup plastik
Baca
+Pustaka
AKU SANG ISTRI BOSS

AKU SANG ISTRI BOSS

Lebih baik belajar. Hari ke-sepuluh. Mulai praktik. Kerajinan tangan dari plastik mulai tampak. Mulai berhasil. Para lelaki berhasil pula membuat tempat untuk pupuk kompos. Bisa digunakan dalam beberapa bulan. Semantara muda-mudi sudah ahli berjualan di media sosial, posting sana-sini untuk menawarkan produk. Pesanan pertama dari komunitas ibu-ibu pecinta kucing jalanan. 30 pcs tas plastik.
9.729.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 772 kali sebagai cup plastik
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status