TERLATIH PATAH HATI
Plastik di tangannya yang berisi banyak camilan diletakkan begitu saja di atas meja.
Chiko langsung meraih plastik tersebut, mengaduk-aduk isinya. "Minuman ini, ini, dan ini, kau tak boleh memasukkannya ke dalam tubuh. Selama kehamilan kau tak bisa makan makanan sesukamu. Minuman bersoda, mengandung kafein, makanan terlalu pedas." Pemuda tampan itu bicara sok tahu. Seakan dia adalah dokter pribadi Lala.
"Iya, itu benar!" Karla mendukung Rayyan. Mereka paham bagaimana kebiasaan buru Lala terkait makanan.