Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
TARO

TARO

Ah, lupakan. “Satu taro dan cerepes greentea, selamat menikmati dan jangan lupa berkunjung kembali.” Cepat kuraih satu cup taro dan crepes yang hanya dibungkus dengan pegangan kertas. Hell, tidak bisakah aku mendapatkan plastik sebagai wadah? Tak mau ambil pusing, sebisanya aku menampung taro dan crepes di tanganku bersamaan dengan tas dan juga dompet yang menyesakki lengan bahu, tangan kanan dan kiriku.
2.4K viewsOngoingAdded to Library 64 Times as cup plastik
Read
+Library
GARA GARA G-STRING

GARA GARA G-STRING

Tampak Wulan mengeluarkan sebuah botol plastik. "Coba tebak Ibu-ibu semua. Ini apa yaaa?" _oOo_
1030.9K viewsOn holdAdded to Library 834 Times as cup plastik
Read
+Library
ARKA: Seorang Manusia yang Bukan Siapa-siapa

ARKA: Seorang Manusia yang Bukan Siapa-siapa

Tampaknya dia mencoba menenangkan situasi. “Hahaha. Kan, dalam situasi apa pun kita tetap harus membuang sampah pada tempatnya. Kita harus menjaga Bandung tetap bersih.” Kami sudah berada di dalam kedai Mang Kurnia, menghela napas lega. “Kata kamu tadi kita harus mengurangi penggunaan plastik. Tapi tadi jus pake plastik.” “Ya, kalau pake kertas, kan, nggak mungkin. Hahaha.”
107.4K viewsOngoingAdded to Library 242 Times as cup plastik
Read
+Library
TERLATIH PATAH HATI

TERLATIH PATAH HATI

Plastik di tangannya yang berisi banyak camilan diletakkan begitu saja di atas meja. Chiko langsung meraih plastik tersebut, mengaduk-aduk isinya. "Minuman ini, ini, dan ini, kau tak boleh memasukkannya ke dalam tubuh. Selama kehamilan kau tak bisa makan makanan sesukamu. Minuman bersoda, mengandung kafein, makanan terlalu pedas." Pemuda tampan itu bicara sok tahu. Seakan dia adalah dokter pribadi Lala. "Iya, itu benar!" Karla mendukung Rayyan. Mereka paham bagaimana kebiasaan buru Lala terkait makanan.
9.94.3K viewsOngoingAdded to Library 129 Times as cup plastik
Read
+Library
Mahar Lima Puluh Ribu dari Tuan Muda

Mahar Lima Puluh Ribu dari Tuan Muda

ucap Mang Ucup sambil menyerahkan kantung plastik itu. "Waduh banyak banget, Mang," ucap Revan saat melihat banyaknya botol didalam plastik tersebut. "Iya, siapa tau bisa cepet kelar dan bisa segera bulan madu," ucap Mang Ucup kemudian. "Eh?"
103.5K viewsCompletedAdded to Library 84 Times as cup plastik
Read
+Library
Terbangun Di Dalam Tubuh Antagonis Pemalas

Terbangun Di Dalam Tubuh Antagonis Pemalas

Produk yang sedang happening di seluruh dunia. Tentu saja itu ide Ariana untuk membuat botol air kaca dan menjualnya ke seluruh dunia. Belum ada teknologi membuat plastik di dunia ini dan Ariana memang tidak mau berinvestasi untuk membuat plastik yang sampahnya malah menjadi polusi di masa depan.
304 viewsOngoingAdded to Library 8 Times as cup plastik
Read
+Library
Teman Tapi Menikah

Teman Tapi Menikah

“Nih, makanan buat di sepanjang jalan nanti.” “Udah kayak ngasih bekal buat satu bus pariwisata,” sindir Rinai ketika melihat berapa banyak plastik sampai cooler box yang dimasukkan Rinai ke bagasi mobilnya. “Lebay,” cibir Ksatria tak terima. Usai menutup pintu bagasi, ia beralih ke kursi belakang dan menaruh satu plastik lagi berisi berbagai macam snack.
107.9K viewsCompletedAdded to Library 157 Times as cup plastik
Read
+Library
Panglima Kuno Terjebak di Tubuh CEO

Panglima Kuno Terjebak di Tubuh CEO

Cindy menatap kesal ke Shevia sambil berkacak pinggang. "Kenapa kamu bawel begitu, sih? Itu cuma bungkus plastik saja, kok! Satu pula!" Cindy tak habis pikir kenapa hal sepele seperti itu saja diributkan. "Ya justru karena itu bungkus plastik yang tidak mudah terurai oleh tanah, makanya aku minta kamu ambil dan simpan di kantong sampah kamu untuk dibawa waktu turun nanti." Shevia sudah tidak bisa lagi santai jika melihat hal yang bertentangan dengan prinsipnya.
9.4192.6K viewsCompletedAdded to Library 7.1K Times as cup plastik
Read
+Library
Tawanan Tuan Kama

Tawanan Tuan Kama

Sebelum Paman Zainal pergi, Akong sudah meminta untuk mengirimkan stok telur dan tepung untuk tokonya. Kila membereskan barang - barangnya, menyapu dan mengepel lantai sudah ia kerjakan, sampah sudah ia buang sedangkan sampah plastik sudah ia bakar. Orang - orang disini tidak mampu mengolah sampah plastik. Tidak seperti di kota - kota besar dimana orang - orang sudah cukup peduli dengan lingkunang. Mereka mengolah limbah plastik, tapi disini mereka masih membakar asal asalan.
536 viewsOngoingAdded to Library 17 Times as cup plastik
Read
+Library
Dilema Suami Bayaran

Dilema Suami Bayaran

Rupa wajahnya sudah belepotan warna hitam. Sepuluh menit.. dua puluh menit.. tiga puluh menit, dan... Belum selesai sama sekali, ia baru menyelesaikan satu cumi. Lalu ia memotongnya menjadi bagia kecil. "Hiks hiks, ini apa lagi sih?? Kenapa ada plastik di dalam cumi. Apa cumi memakan plastik ya? aku pasti kurang bersih ini nyucinya." Astra bermonolog dengan dirinya sendiri.
105.9K viewsCompletedAdded to Library 195 Times as cup plastik
Read
+Library
PREV
1
...
456789
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status