Cintai Aku
Sungguh Helena bukan wanita kurang ajar yang terbiasa membentak seorang pria.
“Mungkin kamu hanya salah paham,” ucap Adrian kembali hati-hati. Lelaki itu bukan hanya lebih tua usianya, tapi juga lebih dewasa dalam menyikapi situasi. Ia tidak memperkeruh, tidak pula mencari kesempatan. Walau tahu keadaan memudahkannya—seorang wanita rapuh di hadapannya—ia tidak mengambil jalan itu. Baginya, jatuh cinta adalah hak kesadaran penuh, bukan celah yang dipaksa terbuka. Pernikahan pun baginya sakral: janji bukan hanya pada manusia, tapi juga pada Tuhan. Bagaimana mungkin ia mau memposisikan diri sebagai orang ketiga di antara mereka?
Hot Chapters