Amazing brie
Kata Brie sambil menunjuk plang bergambar brownies cokelat.
“Oke, Neng!” Sahut laki-laki paruh baya itu, kemudian mulai mengambil jalan sisi kiri.
Brie memasuki toko Brownies kesukaannya. Aroma brownies panggang langsung memenuhi seisi rongga hidung Brie. Sejak kecil Brie menyukai cake dan brownies, namun ibunya sangat jarang membelikannya makanan seperti itu karena keterbatasan ekonomi. Biasanya kalau ada keluarga atau tetangga hajatan yang menyajikan jajanan cake, pasti Brie mengambil diam-diam beberapa potong untuk dimakannya sendiri. Jika ketahuan ibunya, sudah pasti ia akan diomeli. Rakus, kata ibunya. Padahal menurut Brie, ia tak rakus. Ia hanya mengambil beberapa potong cake, bukan me
Hot Chapters