Kejamnya Mulut Suamiku
Seolah-olah sesuatu yang selama ini hidup di hatinya perlahan padam, terbakar habis oleh setiap kata yang keluar dari mulut Dimas.
“Sudah mati,” bisiknya pelan, menyeka air mata dengan punggung tangan. “Cintaku padamu sudah mati, Dimas. Tak ada lagi yang tersisa selain rasa lelah dan kecewa.”
Malam itu juga, Rina duduk di depan meja tulisnya. Tangannya menulis surat singkat, tegas namun tenang—tanpa makian, tanpa amarah yang meledak-ledak, hanya keputusan yang sudah bulat.
인기 회차