Kamar 2A
Beberapa menit kemudian, rintik turun dengan halus, mengetuk genteng dengan irama yang menenangkan.
Hujan ringan itu menjadi latar yang pas untuk malam yang terasa hangat. Meja makan dipenuhi suara tawa. Bu Rindang menggeser piring dengan cekatan, wajahnya tenang, matanya berbinar melihat rumahnya kembali riuh.
“Dimas, sumpah, lemparan kamu tadi tuh miring,” kata Rara sambil menyendok nasi.
“Bukan miring, itu strategi,” bantah Dimas cepat. “Biar lawan bingung.”
Sikat na Kabanata