Petaka Di Gunung Rinjani
“Kaki gemetar, lengan kaku, pikiranku mulai kacau!”
Pengakuannya tentang kondisi yang memburuk membuat jantung teman-temannya berdegup lebih kencang, kecemasan menjalar seperti api.
Pak Darto mengamati dari atas dengan tatapan predator, menghitung detik-detik untuk kegagalan peralatan yang akan mematikan. Saat ini, Deri masih dalam margin keselamatan; jatuh akan tertahan sistem pengaman, meski menyakitkan. Dia harus naik lebih tinggi ke posisi terbuka, di mana kegagalan peralatan akan berakibat fatal. “Kamu hebat, Mas Deri! Tinggal beberapa meter ke bagian lebih mudah, dorong terus!” teriak Pak Darto, sengaja berbohong—bagian berikutnya justru lebih berbahaya, zona maut yang dia rencanakan.
Hot Chapters