Titip
Beberapa kali pun diingatkan, jawabannya selalu sama, “nantik lah, Yuk. Masih muda, masih panjang waktu.”
“Kenapa?” tanyaku pada Siwi yang bersandar miring ke dinding.
“Abang itu masih di sana,” katanya sedikit berbisik.
“Heh?!” Sekali lagi aku terkejut. Kedatangan Siwi dan kabar yang dia bawa.
“Nian, Yuk. Tidur di teras Abang, tu.”
“Ti-dur di te-ras?” Keningku mengeryit dan otak berputar-putar mencerna karena apa yang baru saja kudengar tidak masuk akal. “Macam mana dia tidur di teras? Pakai apa?”
Bab Populer