Sentuhan Pembalasan
Ia baru saja membungkam peradaban manusia dengan satu jentikan jari energi, namun di kedalaman matanya yang gelap, ada rasa lapar yang melampaui sekadar penaklukan politik.
Valerie mendekatinya, gaun serat cahayanya kini hanya tersisa compang-camping setelah ritual penyatuan mereka yang brutal di atas singgasana tadi. Ia menyandarkan tubuhnya yang letih namun penuh energi pada dada Arka yang keras seperti berlian. Kulit mereka yang bersentuhan seolah-olah menciptakan sirkuit listrik tertutup, mengalirkan data dan gairah secara bersamaan.
"Dunia sudah sunyi, Arka," bisik Valerie, suaranya parau oleh kepuasan yang dalam. "Tapi mengapa aku merasa tempat ini justru menjadi semakin... berisik?"
Bab Populer