Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Liontin Merah Delima

Liontin Merah Delima

"Jadi..." “Dilla sayang sama pak Arfan tapi Dilla tidak lagi menyakiti Bu Dona seperti ini." Kataku tercekat, yah tercekat karena sebentar lagi aku akan kehilangan kenikmatan dari pria ini. "Tapi aku nggak mau pisah Full, aku gak cinta sama Dona."
648 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai delia full
Baca
+Pustaka
DILAMAR MALAIKAT MAUT

DILAMAR MALAIKAT MAUT

Sebuah kantong berwarna merah, dari dalam kantong itu, sebuah bungkusan kertas berwarna putih di keluarkan, lalu diletakkan diatas lantai. "Inilah serbuk keindahan....!" Kata riza dengan santainya. Ya, apa yang disebut bubuk keindahan oleh Riza tadi sebenarnya adalah serbuk sabu. Itulah bubuk yang sering di konsumsi oleh teman-teman sekolahku dulu. Aku tidak pernah melihatnya, dan sekarang, aku dapat melihatnya. Saat aku menoleh kempat tidur, Dina dan Andi sedang bermesraan dan berciuman sesekali.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 126 kali sebagai delia full
Baca
+Pustaka
Delia (Gadis Pengagum Senja)

Delia (Gadis Pengagum Senja)

Batinnya dalam hati. Delia pun langsung bergegas ke kamar mandi sembari cepat-cepat membersihkan tubuhnya lalu memakai seragam sekolah dan beranjak pergi. Ibu delia yang melihat sedikit menahan tawa rasanya ingin mengatakan pada putrinya kalau hari ini tanggal merah, tapi Delia sangat buru-buru pergi. Delia lantas menaiki sepeda warna merah muda favoritnya dan mengayuh secepat mungkin. Ketika dia melewati tepi Pantai terlihat Damar yang lantas menyapa Delia dari kejauhan. “Delia mau kemana?” tanya Damar.
106.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 190 kali sebagai delia full
Baca
+Pustaka
Perumahan Bejo 23 The Series

Perumahan Bejo 23 The Series

pungkas Delia "Iya begitu saja " kata Delina. "Delina , cepat beritahu mereka" kata Delia "Beritahu apa?" tanya Sherly "Begini ,hari ini kita terakhir akan bersama , aku akan ikut Oma dan Delia ke Amrik , karena ingin menyembuhkan kaki ,dan aku juga akan melanjutkan studi di sana " ungkap Delina. "Kenapa mendadak?" tanya Dave dengan raut wajah sedih.
1015.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 476 kali sebagai delia full
Baca
+Pustaka
Pernikahan Tak Diharapkan

Pernikahan Tak Diharapkan

Andrew tidak pulang ia akan menunggu Delia di coffe shop bawah. *** Pukul sembilan tepat Delia turun dengan wajah yang jauh lebih segar, tidur selama empat jam tanpa gangguan membuat semua energinya kembali penuh. Ia siap berperang dengan pikiran-pikiran jahatnya yang sering menyuruhnya untuk bunuh diri. Drt... Drt... Ponsel Delia bergetar membuyarkan lamunannya, dengan segera ia mencari di mana tadi ia menyimpan ponselnya, "Oh ini!" seru Delia saat menemukan ponselnya di bawah bantal.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai delia full
Baca
+Pustaka
Gadis Kecil Di Kamar Hotel

Gadis Kecil Di Kamar Hotel

Ia mengangguk. Kuamati Delia dari ujung kepala sampai kaki setelah menerima undangan yang ia ulurkan. Entah, aku tak pernah bisa untuk tidak memandangnya lekat, dan sukses membuat gadis itu tersipu. Baju sederhana yang dikenakannya serasi dengan postur dan kulitnya yang pualam, membuatnya terlihat makin anggun. Ia bertumbuh begitu cepat. Sudah setahun lebih tak terasa Delia menjadi penghias dan cahaya mata di rumah besar ini.
104.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 137 kali sebagai delia full
Baca
+Pustaka
Meet Sweety Girl

Meet Sweety Girl

ujar Delia dengan menjulingkan bola mata. Pagi-pagi buta, Delia dan Lila sudah bangun untuk bersiap pergi melamar pekerjaan ke lokasi cabang baru restoran tersebut. Delia dengan gaya rambut diikat satu pada bagian belakang kepala, dan pakaian casual-nya celana jeans putih, kemeja hitam dengan aksen pita dibagian dada, membuatnya terlihat sangat manis.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai delia full
Baca
+Pustaka
Della's Story

Della's Story

"Waalaikumsalam. ***** Sudah limat menit Della menunggu di taman tersebut, akan tetapi Lila dan Devi belum juga sampai. Banyak orang yang menatapnya aneh. Della tau, kalau orang-orang menatapnya begitu karena penampilannya yang memakai kerudung panjang dan tebal serta gamisnya juga yang sangat besar. Della tetap berusaha biasa saja tanpa memperdulikan orang-orang di sekitarnya yang selalu memandangnya dengan pandangan aneh. "Halo, Della." Setelah sekian lama Della menunggu Lila dan Devi, akhirnya Lila dan Devi sudah datang menghampirinya. "Halo, Devi, Lila. Assalamualaikum," ucap Della. Devi dan Lila bukannya langsung menjawab, mereka malah diam memandang penampilan Zahra. "Hai, kalian kenap
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai delia full
Baca
+Pustaka
ELLIA

ELLIA

Anonim.inaalaiaelianael
“Sekarang bukalah matamu.” Perlahan Ellia membuka mata setelah menarik telapak tangan yang menghalangi kedua matanya. Kedua matanya terbuka lebar. Terkejut dengan sosok di hdapannya. Dan pada akhirnya kedua matanya meleleh melihat seekor kelinci gemuk dan berbulu tebal dengan abu campur putih. “Oooh sayaaaang, kau kedinginan?” Ellia lekas meraih kelinci itu dari tangan Jack. Ia memeluk dan mencium kelinci itu.
4.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai delia full
Baca
+Pustaka
The Wildest Delusion (Delusi  Paling Liar)

The Wildest Delusion (Delusi Paling Liar)

Marissa tergelak. "Mau lo embat juga tuh orang?" "Lo bisa suka sama Mika, masak gue kagak?" "Kan gue sama lo, ga percaya sama cinta-cintaan tai kucing itu" Marissa tersenyum kecut mendengar kejujuranku. Sama halnya dengan cara pandang Marissa mengenai cinta. Cinta tak lebih dari senyawa yang memicu sekaligus mempermainkan delusi manusia.
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 168 kali sebagai delia full
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status