Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Istriku yang Meminta Cerai Berkali-kali Demi Pria Lain

Istriku yang Meminta Cerai Berkali-kali Demi Pria Lain

Aku menikah tujuh kali dengan wanita yang sama. Demi cinta pertamanya, dia juga bercerai denganku tujuh kali. Saat pertama kali menikah, dia berkata kepadaku, "Aku hanya akan mencintaimu seorang dalam sisa hidupku." Namun, setiap kali cinta pertamanya pulang ke negara ini, dia langsung mengubah narasinya, "Bisa nggak kamu lebih dewasa sedikit? Apa kamu harus buat Roderick menanggung tuduhan menggoda istri orang?" Saat perceraian pertama, aku mengiris pergelangan tanganku untuk memaksanya tetap tinggal. Aku dibawa ambulans ke rumah sakit, tapi dia bahkan tidak datang menjengukku sekali pun. Saat perceraian ketiga, aku merendahkan gengsiku dan melamar sebagai asisten di perusahaannya, hanya agar punya kesempatan untuk lebih sering melihatnya. Saat perceraian keenam, aku sudah belajar untuk membereskan barang-barangku sendiri dengan patuh dan pindah dari rumah pernikahan kami. Sikapku yang kehilangan kendali, semua pengorbanan dan kepatuhanku ... hanya berujung dengan keputusannya untuk rujuk denganku berulang kali. Trik lama itu terus-menerus digunakannya berkali-kali. Sampai kali ini, setelah aku menerima kabar bahwa cinta pertamanya akan segera kembali, aku sendiri yang menyerahkan surat perjanjian cerai ke tangannya. Seperti biasa, dia menetapkan waktu untuk menikah lagi denganku. Namun dia tidak tahu, kali ini aku akan benar-benar pergi.
1.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai demônio
Baca
+Pustaka
Demi Anak Angkat, Dia Rela Mengorbankan Nyawa Anak Kandung

Demi Anak Angkat, Dia Rela Mengorbankan Nyawa Anak Kandung

Saat usia kehamilanku memasuki delapan bulan, air ketubanku pecah tepat pada hari ulang tahun anak angkat suamiku. Agar anakku tidak lahir di hari yang sama dengan anak angkatnya, Brady Suratman memaksaku menunggu lewat tengah malam untuk melahirkan. Dia terus menolak membawaku ke rumah sakit, bahkan mengurungku di ruang bawah tanah. Brady menunduk menatapku, sorot matanya kelam. "Sandra, kamu ini pintar sekali milih waktu. Sengaja milih hari ulang tahun Carlton untuk melahirkan." Aku memohon dengan putus asa agar dia mengantarkanku ke rumah sakit. Kekecewaan melintas di mata Brady, sementara nada bicaranya terdengar dingin, "Kamu masih berani bohong sama aku? Aku sudah nanya ke dokter, meskipun air ketuban pecah, nggak berarti langsung melahirkan. Bahkan ada yang baru melahirkan tiga hari kemudian." "Demi mempertahankan posisi sebagai Nyonya Suratman, kamu sampai ingin anakmu berebut hari ulang tahun dan status dengan Carlton. Benar-benar penuh perhitungan!" Aku menarik napas dalam-dalam dan berkata dengan putus asa, "Anak yang ada di dalam kandunganku juga anakmu! Brady, aku mohon. Demi anak ini, tolong selamatkan dia. Asalkan bayiku selamat, aku berjanji nggak akan pernah muncul lagi di hadapanmu." Wajah Brady langsung menggelap. Dia membungkuk dan mencengkeram daguku, lalu berkata dengan kejam, "Jangan pakai trik tarik-ulur untuk menarik perhatianku." "Asalkan kamu patuh tinggal di sini sampai lewat tengah malam, aku akan mengantarmu ke rumah sakit. Setelah melahirkan, kamu juga bisa mendapatkan kedudukan berkat anak itu dan benar-benar masuk ke Keluarga Suratman." Saat aku berteriak kesakitan karena kontraksi, Brady merasa terganggu oleh suara itu. Dia lalu membawa Carlton dan ibunya keluar untuk merayakan ulang tahun. Ketika akhirnya dia teringat padaku dan menanyakan apakah aku melahirkan anak laki-laki atau perempuan, sekretarisnya tampak pucat pasi. "Bu Sandra ... sudah pergi."
1.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai demônio
Baca
+Pustaka
Suamiku Membunuh Empat Anakku demi Wanita Dambaannya

Suamiku Membunuh Empat Anakku demi Wanita Dambaannya

Aku melahirkan lima anak untuk Cedric Clark, tetapi empat di antaranya meninggal dini. Awalnya, aku mengira bahwa itu hanya kecelakaan. Sampai saat aku membawakan makanan untuk Cedric, aku mendengar percakapannya dengan asistennya. "Untung saja sumsum tulang anak ini akhirnya cocok dengan Cindy," kata Cedric. "Kalau nggak, dia juga akan kubunuh!" Aku baru menyadari semuanya. Namun, aku tetap tenang, seperti biasanya. Hanya saja, pada hari perusahaannya Cedric diumumkan, aku mengungkapkan kenyataan bahwa Cedric membunuh empat anakku di hadapan semua orang. Pada hari itu, Cedric Clark yang sombong berlutut di lantai sambil menangis dan meminta maaf padaku.
7.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 271 kali sebagai demônio
Baca
+Pustaka
Ditinggalkan Suami Dan Anak Demi Cinta Pertamanya

Ditinggalkan Suami Dan Anak Demi Cinta Pertamanya

Tepat pada peringatan sepuluh tahun pernikahan kami, juga bertepatan dengan ulang tahun kesepuluh anakku, aku sudah menyiapkan rencana sejak sebulan sebelumnya. Aku merencanakan perjalanan wisata keluarga bersama suami dan anakku. Namun, menjelang hari keberangkatan, ayah dan anak itu justru menghilang begitu saja. Tinggal aku seorang diri berdiri di jalanan yang diguyur hujan deras, menelepon mereka berulang kali. Di seberang sana, terdengar suara anakku yang masih kekanak-kanakan, dingin dan tak sabar. "Papa lagi temani Tante Brittany makan, kami nggak mau pergi lagi." Telepon itu ditutup dan aku langsung diblokir. Ayah dan anak itu sengaja mengunciku di luar rumah, membuatku kedinginan semalaman penuh. Ditambah dengan hujan deras semalam, malam itu juga aku demam tinggi hingga menderita pneumonia. Sementara ayah dan anak itu justru sibuk berlibur bersama Brittany, bahkan mengambil foto liburan keluarga. Kali ini, aku tahu bahwa pernikahan ini benar-benar telah sampai di ujung jalan.
2.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai demônio
Baca
+Pustaka
Salah Sistem! Aku Satu-satunya Murid Pria di Akademi Wanita

Salah Sistem! Aku Satu-satunya Murid Pria di Akademi Wanita

Kesalahan kecil dari sistem kementerian mengubah hidup Dimas Suryono, seorang pemuda pragmatis dari kasta pekerja—menjadi mimpi buruk yang menggiurkan. Ia terjebak sebagai satu-satunya siswa pria di Akademi Bunga Malam, institusi ultra-elit yang dikuasai para pewaris wanita paling arogan, sadis, dan manipulatif di negara ini. Di hari pertama, Dimas langsung dijadikan bulan-bulanan. Diseret, diinjak, dan diikat oleh kontrak beasiswa lima miliar rupiah yang akan memiskinkan keluarganya tujuh turunan jika ia berani mundur. Para gadis elit itu berpikir mereka mendapatkan mainan baru yang bisa ditindas sesuka hati. Mereka salah besar. Dimas bukan sekadar warga kelas menengah biasa. Di balik senyum patuh dan wajah datarnya, bersembunyi sosok predator licik dengan logika jalanan yang tak kenal ampun. Ia tak melawan dengan otot, melainkan dengan manipulasi psikologis, pemerasan kotor, dan adu domba. Ketika Bella, Sang Eksekutor Kedisiplinan mencoba menjebaknya, Dimas tak segan mengikat kontrak tak tertulis dengan Rania—gadis tukang kebun berwajah malaikat yang menyembunyikan insting pembunuh berdarah dingin. Perlahan tapi pasti, Dimas mulai menelanjangi rahasia memalukan para ratu kampus, menjinakkan arogansi mereka, dan mengubah "kandang singa" itu menjadi taman bermain pribadinya. Satu per satu gadis elit yang dulunya meludahi namanya, kini harus berlutut memohon di bawah kendalinya. Di Akademi Bunga Malam, aturan pertama bagi Dimas sederhana: Jangan pernah mengotori tanganmu sendiri jika kau bisa membuat musuhmu menghancurkan diri mereka sendiri.
10169 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5 kali sebagai demônio
Baca
+Pustaka
Berpura-pura Miskin Demi Anak-Anakku

Berpura-pura Miskin Demi Anak-Anakku

Rossystories
Menikah dan memiliki anak adalah pilihan tidak terduga bagi Haira Estiana. Wanita 35 tahun hidup dengan penderitaan serta hinaan dari mertua dan suaminya yang kasar. Berpura-pura miskin agar harta kekayaan keluarganya tidak jatuh pada tangan yang salah. Dia harus berkorban dan bertahan hidup demi dua anak serta pertahanan rumah tangganya. Mampukah dia bertahan?
3.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai demônio
Baca
+Pustaka
Kebohogan Suamiku Demi Menutupi Aib Keluarganya

Kebohogan Suamiku Demi Menutupi Aib Keluarganya

Saat suamiku pergi ke toilet, ponselnya berdering. Aku melirik sekilas. Telepon dari adik suamiku, Ruslan. Aku mengernyit, tetapi tetap mengangkatnya. "Kak, uang bulanan 20 juta buat Ayah dan Ibu kok belum ditransfer? Ibu barusan nanya ke aku." Telepon ditutup. Darahku seolah-olah mengalir terbalik. Suamiku berdiri tepat di depan pintu toilet dan tangannya bahkan belum dikeringkan dari air. Aku menarik sudut bibirku. "Gajimu 16 juta, cicilan rumah 6 juta, kasih aku 4 juta, kamu simpan sendiri 2 juta. Kamu bilang kasih orang tuamu 4 juta, kok jadi 20 juta?" Bibirnya bergerak, tetapi tidak ada suara. Wajahnya sangat pucat, sementara tanganku gemetar hebat. Selama lima tahun, aku tak pernah sekali pun melihat kartu banknya. Lalu, apa lagi yang tidak aku ketahui?
9.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 288 kali sebagai demônio
Baca
+Pustaka
Demi Selingkuhan, Kakak Rela Mengorbankan Kami

Demi Selingkuhan, Kakak Rela Mengorbankan Kami

Di kehidupan sebelumnya, kakakku rela mengantar wanita simpanannya keluar kota hanya karena wanita itu bilang ingin melihat hujan meteor. Dia pun membawa seluruh pengawal di rumah dan mengemudi keluar kota demi menciptakan malam hujan meteor untuk wanita itu. Tak disangka, musuh lama yang pernah dihancurkan oleh kakakku malah memanfaatkan kesempatan itu untuk menyelinap ke rumah. Dia berusaha membantai seluruh keluarga sebagai pembalasan dendamnya. Ibu berjuang mati-matian untuk melindungiku. Dia terluka parah dan nyaris kehilangan nyawa. Aku terus-menerus menelepon kakakku, memohon agar dia segera pulang membawa bantuan. Akhirnya, dia pun terpaksa pulang bersama pengawal. Musuhnya berhasil ditangkap, tapi malah datang kabar buruk dari luar kota. Wanita simpanan itu meninggalkan sepucuk surat dan menghilang. Entah hidup atau mati, tak ada yang tahu. Dalam suratnya, dia menuduhku dengan kejam. Katanya aku sengaja memancing kakakku menjauh darinya, hingga dia disiksa oleh musuh dan memilih mengakhiri hidup. Kakakku hanya membakar surat itu tanpa ekspresi dan menyuruhku jangan memikirkannya. Setelah kejadian itu, kakak pun disalahkan. Ayah memutuskan menyerahkan kendali perusahaan padaku. Namun, di malam perayaan syukuran itu, aku dibunuh oleh kakakku di kamar tidurku sendiri. Wajahnya tanpa emosi dan berkata, “Orang sekejam kamu memang pantas mati.” “Yang seharusnya mati itu kamu! Aku yang seharusnya menjadi pewaris keluarga ini!” Aku mati tak tenang, tapi saat membuka mata kembali, suara pintu vila didobrak oleh para musuh pun terdengar dari luar.
8.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 257 kali sebagai demônio
Baca
+Pustaka
Dikorbankan Demi Keselamatan Cintanya

Dikorbankan Demi Keselamatan Cintanya

Aku dan kekasih masa lalu suamiku diculik orang secara bersamaan. Sebagai ahli negosiasi, suamiku langsung datang ke lokasi secepat mungkin untuk menolong kami. Namun, di saat penculik itu setuju untuk melepaskan satu sandera, suamiku setuju untuk membiarkanku dibawa pergi penculik itu demi menyelamatkan kekasih masa lalunya. Aku berlutut memohon padanya untuk menolongku terlebih dahulu. Namun, dia malah menunjukkan ekspresi datar di wajahnya. "Elowyn masih suci. Kalau sampai dinodai orang, dia nggak akan sanggup menerimanya. Kamu berbeda. Kamu sudah nikah sama aku. Kalaupun dinodai orang, aku nggak akan membencimu." Aku didorong ke kaki penculik itu dengan kejam. Mungkin dia tidak tahu, aku sudah hamil tiga bulan dan dia akan menjadi seorang ayah.
7.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 213 kali sebagai demônio
Baca
+Pustaka
Misi Menaklukkan Pria Demi Keselamatanku Dan Anakku

Misi Menaklukkan Pria Demi Keselamatanku Dan Anakku

"Aku ... nggak bisa ngasih dokumen itu ke kamu, tapi yang lain semuanya bisa kuberikan." Aku menatap kartu keluarga di telapak tanganku dengan tatapan kosong. Butuh waktu lama sebelum akhirnya aku berhasil mengucapkan satu kalimat, "Kenapa dulu kamu nggak bilang?" Heston mengangkat bahu dan memperlihatkan senyum yang tidak terlalu merasa bersalah. "Aku kira, yang lebih kamu pedulikan adalah diriku." Setelah terdiam sesaat, aku bertanya dengan bibir gemetar, "Kalau aku tetap menginginkan akta nikah itu?" Dia mungkin tidak pernah menyangka, tanpa surat itu .... Yang akan dihadapinya adalah dua nyawa dalam satu mayat.
1.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai demônio
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status