Jimat Tali Mayat
“Ini rumah kontrakan saya. Lumayanlah buat numpang neduh dan istirahat. Masuk, yuk.”
Usai membuka pintu dan memasukkan kendaraan, mereka berdua segera masuk. Sebuah hunian yang hanya memiliki tiga buah ruangan; dapur, toilet, serta ruang depan sekaligus tempat tidur. Selembar kasur lantai terhampar di sana sebagai alas tidur. “Maaf, ya, rumahnya berantakan begini, Mas. Maklumlah, nyari kontrakan yang murah di sini itu susah. Dapet beginian juga udah syukur banget. He-he,” tutur Lilis seraya melepas tas selempang dan membuka jaket tebalnya. Menggantungkan di dinding berbahan triplek dengan warna cat yang sudah pucat memudar. “Duduk-duduklah dulu, Mas.” Dia menunjuk hamparan kasur lantai tipis
Hot Chapters