MENGEJAR CINTA TUKANG KAYU TAMPAN
Kertas-kertas kontrak tersusun dengan teratur, rapi, lengkap dengan detail perjanjian kerja sama, nominal investasi, pembagian saham, hingga timeline pengembangan galeri dalam lima tahun ke depan.
Liam membaca lembar demi lembar dengan serius. Matanya menelusuri setiap pasal, setiap angka yang ditulis dengan teliti. Tangannya refleks mengetuk meja, sebuah kebiasaan Liam saat berpikir keras.
Setelah beberapa menit, ia mendongak, menatap Chatrine dengan ekspresi setengah tak percaya.
“Kau menyusun ini semua… dalam satu malam?”