SESAL ( Nikah Terpaksa )
Tidak banyak orang yang kami undang, keluarga, tetangga dan hanya kawan dekat saja.
Perlengkapan kamar juga tidak semahal yang pernah aku lihat, semuanya biasa-biasa saja dengan harga yang sesuai dengan barang yang biasa. Tidak ada aku tuntut dia untuk memberikan barang yang mewah dan mahal.
"Terus ini gimana, Mas? Kontrakan belum juga kamu dapat, atau tidak ada uang untuk bayar di depan?" Curigaku padanya.
Sepanjang mata memandang, begitu banyak rumah yang di kontrakan, bahkan tertera tulisan rumah yang dikontrakkan itu dengan huruf yang besar. Dari jauh juga sudah kelihatan.
Hot Chapters