Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kesayangan Tuan Elian

Kesayangan Tuan Elian

"Oh, tentu. Benar sekali! Tidak ada yang bisa menggantikan Kirana." Dian bangkit, berjalan mengitari Rinjani, mengamati Rinjani dari ujung kepala hingga ujung kaki. Elian masih duduk di sofa seberang, pura-pura sibuk menonton berita, tetapi Rinjani tahu Elian mendengarkan setiap kata.
101.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai dengarkan herlin pirena tak satupun
Baca
+Pustaka
Dokter Ajaib Primadona Desa

Dokter Ajaib Primadona Desa

Seharusnya Mavenzo tidak berani meminta mobil ini pada Regina. .... Satu jam kemudian, Tirta dan lainnya meninggalkan Pulau Hamas dengan menaiki pesawat terbang. Melihat mobil Porsche Panamera yang baru di depan pintu bandara, perasaan Regina campur aduk. Namun, dia merasa tersentuh. Semalam Sherina mengatakan hari ini mereka akan main lagi. Jadi, Regina sudah menunggu di tepi pantai pagi-pagi. Regina tidak ditelepon sampai siang. Sherina dan lainnya juga tidak datang. Sebenarnya Regina tahu mereka tidak akan datang atau semalam Sherina dan lainnya hanya berbasa-basi.
9.43.3M DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 130.4K kali sebagai dengarkan herlin pirena tak satupun
Tampilkan Ulasan (276)
Baca
+Pustaka
Adelia
izin promosi cerita kak judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku.
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa Ini adalah kisah petualangan Lin Chen hingga menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam 9 Surga, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan para Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Baca Semua Ulasan
Di Balik Status WhatsApp Suamiku

Di Balik Status WhatsApp Suamiku

“Sebentar, saya panggilin Delia dan Lintang dulu.” Mas Heru menunggu di ruang tamu, sementara aku menyusul Delia dan Lintang dengan hati dan pikiran yang tidak tenang. Begitu tiba di depan pintu, sayup-sayup aku mendengar tawa mereka. Tak lama kemudian, tawa itu tak lagi terdengar, berganti dengan suara bisik-bisik Delia. Aku yang semula tak tertarik dengan pembicaraan itu, menempelkan telinga di daun pintu saat tanpa sengaja mendengar Delia menyebut nama Daren. “Lintang harus hati-hati, karena yang kelihatan baik, belum tentu beneran baik.”
8.776.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai dengarkan herlin pirena tak satupun
Baca
+Pustaka
Takdir Kita Tak Pernah Terhubung

Takdir Kita Tak Pernah Terhubung

Ia tidak mengucapkan sepatah kata pun, tidak kepadanya, tidak kepada siapa pun. Tidak ada permohonan. Tidak ada perpisahan. Bahkan tidak ada satu pandangan kembali ke kota yang ia tinggalkan. Itu mengganggunya lebih dari air mata. Ia pernah menyaksikan keberangkatan ini sebelumnya. Di kehidupan lain, meskipun ia tidak menyadarinya sebagai demikian, Larissa pernah menangis terbuka, berpegangan pada pembantunya, memohon dengan kedua matanya agar dirinya menghentikan sesuatu yang tak bisa dihentikan.
3.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 131 kali sebagai dengarkan herlin pirena tak satupun
Baca
+Pustaka
Hati Untuk Presdir

Hati Untuk Presdir

Kolam ikan, air mancur, kursi malas, ayunan pohon, sepeda, semuanya masih sama letaknya dengan dua tahun lalu sewaktu Fahira hendak berangkat melanjutkan studi. "Emang ada apaan? Kayaknya penting banget." Fahira memulai pembicaraan. Sebelum Alya membuka suara, ponselnya berbunyi, sebuah pesan masuk dari Hanami. "Ummi, sepuluh investor menarik saham lagi dan lima supplier memutus kerja sama. Satu supplier sudah mengirimkan pemberitahuan jatuh tempo pembayaran barang." Alya menghela napas, lalu membalasnya. "Baik, aku mengerti. Lakukan yang terbaik menurutmu."
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai dengarkan herlin pirena tak satupun
Baca
+Pustaka
Pelarian Nikah Siri

Pelarian Nikah Siri

Pinta Laila berusaha menenangkan pikiran Nasir. "Terus? Bagaimana? Apa harus menunggu mereka besar, dan tidak ingat siapa ibunya? Apa itu mau kamu, huh?" Kedua bola mata Laila terpejam. Ia tidak menyangka bahwa sang papa akan terus memojokkannya agar mau membawa anak-anak berkumpul bersama. "Bagaimana caranya, Pa? Sementara otak anak-anakku sudah didoktrin oleh Very!"
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai dengarkan herlin pirena tak satupun
Baca
+Pustaka
JERAT HUTANG 10 MILYAR

JERAT HUTANG 10 MILYAR

"Halo. Kami sudah didepan, dimeja 18." Devano hanya duduk diam saja, kepalanya berdenyut sakit dengan pemandangan di sekitarnya. Ia sungguh tidak mengerti akan semua manusia gila ini, apa nikmatnya hal seperti ini? "Apakah masih lama? Aku muak berada disini," desis Devano. "Sabar sedikit. Pengurusnya sudah menuju kesini." Bertepatan dengan itu, seorang wanita dengan pakaian seksi dan glamor datang menghampiri, "Apakah ini dengan Tuan Hendrix?" tanyanya pada mereka.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai dengarkan herlin pirena tak satupun
Baca
+Pustaka
Hadiah Terindah Di Pernikahan Kedua Suami

Hadiah Terindah Di Pernikahan Kedua Suami

Penampilan lebih santai seperti biasa. Teriakkan histeris dari kedua sahabatku membuat telingaku sakit. "Adel, kamu pulang juga. Aku kangen." "Sama aku juga. Tapi, personil kurang lengkap. Gak ada Cheri." "Kita telepon dia aja. Bagaimana?" "Ide yang bagus." Kami bisa melihat Cheri dari layar pipih dengan melakukan video call. Wajah Cheri terlihat lelah.
10124.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.2K kali sebagai dengarkan herlin pirena tak satupun
Baca
+Pustaka
Gila Karena Penyesalan

Gila Karena Penyesalan

Latar belakangnya adalah kabin helikopter penyelamat. Di dalam rekaman itu, Sherly bersandar di dekat jendela. Wajahnya sama sekali tidak menunjukkan gejala pusing atau sakit. Dia menunduk melihatku yang saat itu masih tergeletak di salju. Lalu dengan tatapan penuh kemenangan dan provokasi, menjulurkan lidah dan membuat wajah mengejek. Seluruh aula mendadak sunyi.
14.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 390 kali sebagai dengarkan herlin pirena tak satupun
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status