Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Garwa, Satu Hati Sampai Nanti

Garwa, Satu Hati Sampai Nanti

balas Dania tak mau kalah. Seorang perempuan dengan pakaian yang begitu ketat, meskipun masih dalam batas kesopanan masuk ke rumah Widya. "Kalian berdua itu selalu aja ribut. Kenapa, sih? Nggak pengen ngadirin pesta?" Keduanya menoleh dan menjawab berbarengan. "Di mana?" "Urusan seneng-seneng aja kalian kompak banget," seloroh Safira.
108.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 312 kali sebagai dengarkan herlin pirena tak satupun
Baca
+Pustaka
JERITAN MALAM PENGANTIN

JERITAN MALAM PENGANTIN

JERITAN MALAM PENGANTIN part 4 Sementara Intan jatuh pingsan, kini aku yang diam mematung di hadapan sosok tanpa kepala tersebut. Kenapa aku tidak ikut pingsan saja seperti Intan? Kenapa malah diam di tempat seperti ini. Badanku sama sekali tidak bisa digerakan, seolah terhipnotis dengan sosok tanpa kepala.
1065.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai dengarkan herlin pirena tak satupun
Baca
+Pustaka
DIHAMILI TEMAN LAMA

DIHAMILI TEMAN LAMA

Nenek kemudian bertanya, “Sekarang, apakah kamu mau mendengarkan penjelasan dari Gian?” Briana menggelengkan kepala. “Tapi dia juga punya hak untuk bersuara, dia punya hak untuk menjelaskan semuanya. Kamu bisa kan dengarkan Gian, seperti dia mendengarkan kamu bicara?” Sheina hanya diam. Nenek kemudian bertanya kepada Gian, “Jadi, apa yang sebenarnya kamu lakukan?” Gian menatap Briana yang sedang menghindari pandangannya dan enggan untuk berbicara.
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai dengarkan herlin pirena tak satupun
Baca
+Pustaka
Ipar Pergi Saat Kami Tak Punya Uang Lagi

Ipar Pergi Saat Kami Tak Punya Uang Lagi

Lisa saja pakai head set, mendengarkan lagi K-Pop kesukaannya. "Ada apa, San? Sok seperti serius." “Mbak Hana ….” “Kenapa lagi?” Dia tidak menjawab, malah melongokkan ke kanan dan ke kiri, memastikan tidak ada orang lain. Mungkin dia akan memulai bicara saat dirasa sudah aman. Semakin membuatku penasaran. ***
1037.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 973 kali sebagai dengarkan herlin pirena tak satupun
Baca
+Pustaka
POLIGRAF

POLIGRAF

Pita belum bersuara, tapi Kala dan Kila dapat mendengar gumaman obrolan para manusia yang membanjiri ruang sidang. "Hah? Kok gitu? Emang urusan apa, sih? Jangan-jangan kalian lagi ngejar orang itu? Oke, kabari gue kalo lo udah pulang. Gue pengen tahu ada apa." Kila mengangguk meskipun Pita tidak menyaksikannya. "Oke. Oh ya Pit, perhatiin sidang baik-baik. Kalo perlu lo videoin. Gue pengen liat gimana cara Irsita nuntut Fatih. Bisa, kan?"
107.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 224 kali sebagai dengarkan herlin pirena tak satupun
Baca
+Pustaka
LUKA DI TEPI HATI IBU TIRI

LUKA DI TEPI HATI IBU TIRI

tanya Revalina dengan rasa penasaran. "Kamu tidak lihat kita diantar pulang sama siapa?" cetus Gina dengan sedikit kesombongan dalam suaranya. Revalina pun langsung melirik ke arah Rindu. Dia merasa sedikit tidak enak hati atas sikap anak tirinya saat berhadapan dengan Rindu. Namun, sebelum Revalina sempat mengatakan sesuatu, Topan tiba-tiba datang menghampiri mereka dengan ekspresi heran di wajahnya.
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai dengarkan herlin pirena tak satupun
Baca
+Pustaka
Tak Pakai Perhiasan Dikira Melarat

Tak Pakai Perhiasan Dikira Melarat

Dika bertanya lagi. "Nggak laku kayaknya," jawabku asal yang disambut gelak tawa Dika. Mira dan teman-temannya bahkan sampai menoleh memperhatikan kami di tengah aktivitasnya menari. Ada banyak tanya yang terlihat jelas di raut wajah mereka. "Bisa aja kamu, Ta. Seorang Arta Intan Sari yang cantiknya diakui sejagat, mana mungkin nggak laku? Kamu aja kali yang pemilih."
104.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 187 kali sebagai dengarkan herlin pirena tak satupun
Baca
+Pustaka
Gairah Terlarang Sang Presdir

Gairah Terlarang Sang Presdir

Raut wajahnya mendadak panik saat mendengar ucapan Nara tadi. "Pak Marvel nggak bisa konsumsi pedas berlebihan. Dia punya GERD, tapi kalau mau coba-coba ya nggak apa-apa sedikit dari pada ngiler. Soalnya, Bu Aluna lagi nggak ada di sini, kalau dia sakit otomatis saya juga yang akan repot," jelas Nara panjang kali lebar. Agra dan Fahri nampak saling berpandangan lalu membentuk mulutnya berbentuk huruf 'o'.
10928 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai dengarkan herlin pirena tak satupun
Baca
+Pustaka
Menjadi Madu Sahabatku

Menjadi Madu Sahabatku

Hanya aroma lembap dan debu yang menyambutnya. Jantung Herlin berdebar kencang. Dia meraih ponselnya, mencoba menghubungi Silla. Nada dering yang mengalun dari atas kasur—di tempat Silla biasanya tidur, memberikannya pukulan telak pada harapannya. Silla tidak membawa ponselnya.
105.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 204 kali sebagai dengarkan herlin pirena tak satupun
Baca
+Pustaka
Istri Siri Yang Ternodai

Istri Siri Yang Ternodai

Air mata wanita itu mengalir deras bak air sungai dengan napas tersengal-sengal, seolah ia sangat terpukul dengan kematian janinnya. Sedetik kemudian kedua mata Milea terbelalak dengan wajah terlihat marah saat mengingat sesuatu. "Ini semua gara-gara Elina, Mas!" teriak Milea histeris dengan wajah tak terima. "Aku akan memberi perhitungan padanya!” lanjut Milea dengan sorot mata kebencian. Adam mendekap tubuh Milea menenangkan. "Ya, Mas setuju-”
10776 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai dengarkan herlin pirena tak satupun
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status