Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dibuang Mantan, Dikejar CEO Sultan

Dibuang Mantan, Dikejar CEO Sultan

Hanya rekaman selintas sepasang pengantin baru di atas pelaminan yang tengah tersenyum menyambut ucapan selamat para tamu. “Tidak ada…” desis Ferliana. “Kalo kamu nyari wajah Runa dengan jelas, kamu ga akan nemuin dimanapun. CEO DG sejak dulu juga gak pernah menampakkan wajahnya di media.” Lisa mencibir. “Cuma ada satu tayangan dari stasiun televisi yang berafiliasi dengan DG yang menayangkan agak jelas, cukup dekat dari pelaminan. Dan tayangan itu tidak ditayangkan lagi, alias tayangan eksklusif.”
1092.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.6K kali sebagai dengarkan herlin pirena tak satupun
Baca
+Pustaka
Gadis Binalku!

Gadis Binalku!

Sapa Brian riang yang langsung mendapat pelototan mata dari Serena. “Enggak ada.” Jawab Galendra singkat tanpa beralih dari Serena. “Seminar?” “Enggak ada.” “Bimbingan?” “Enggak ada.” “Sidang?” Barulah Galendra beralih pada Brian. “Enggak ada. Konferensi juga enggak ada. Ujian juga enggak ada. Kelas pengganti juga enggak. Apalagi?” Brian menipiskan bibir sambil menelan ludah susah payah tapi tetap melanjutkan. “Undangan? HMJ kan lagi ada acara, bang. Enggak—”
1019.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 531 kali sebagai dengarkan herlin pirena tak satupun
Baca
+Pustaka
Penantian yang Tak Kunjung Datang

Penantian yang Tak Kunjung Datang

tanya Felly dengan nada menekan. Alex tidak menjawab. Setelah menyadari bahwa yang masuk bukan Teresa, pikirannya sudah tidak lagi berada di sini. Namun, melihat sikapnya seperti itu justru semakin memicu amarah Felly. Matanya dipenuhi air mata, merasa sangat teraniaya, lalu dia berteriak histeris.
8.9126.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.3K kali sebagai dengarkan herlin pirena tak satupun
Baca
+Pustaka
JERAT MANIS BERONDONG POSESIF

JERAT MANIS BERONDONG POSESIF

Dia duduk di balik deretan mikrofon dari berbagai stasiun televisi. "Papa benar-benar niat sekali dandannya," bisik Grace dengan nada sinis yang tajam. Dia menatap layar itu dengan kebencian yang mendalam. Veni sama sekali tidak terlihat di sana. Hendri benar-benar sendirian, memberikan kesan sebagai seorang suami yang ditinggalkan secara tragis.
816 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai dengarkan herlin pirena tak satupun
Baca
+Pustaka
Penantian Yang Tak Berujung

Penantian Yang Tak Berujung

] Di bawah tulisan itu ada sebuah foto live, bekas merah di lehernya terlihat sekilas. Aku menatap layar ponsel, membuka foto itu berulang kali. Suara di dalamnya terdengar sangat jelas. “Benaran nggak mau jemput istrimu yang teladan itu? Dia lagi hamil lima bulan, lho?” Si pria tertawa pelan, suaranya terdengar tak peduli, “Hanya jemput saja, biar dia tunggu sebentar lagi.”
3.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai dengarkan herlin pirena tak satupun
Baca
+Pustaka
Seruni Senja

Seruni Senja

Tetapi Navi tidak ada kabar sama sekali. “Hufttt…” kata Ira menghela nafas. Tidan mendengar helaan nafas Ira pun bingung. “Ira, kenapa?” Tanya Tidan “Tidak, kamu sudah selesai belum?” Tanya Ira balik.
106.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 154 kali sebagai dengarkan herlin pirena tak satupun
Baca
+Pustaka
SELIR HATI

SELIR HATI

“Permaisuri memanggil saya, ada yang ingin dibicarakan?” Dias berdiri, berjalan pelan mendekat. “Aku hanya ingin tahu, apa yang membuat Baginda terus memandangi selir barunya bahkan saat aku sedang berbicara?” Dada Gita berdebar keras. “Saya tidak tahu kenapa Baginda seperti itu.” Dias tersenyum miring. “Benarkah? Atau kamu berpura-pura tidak tahu?” Suasana hening. Hanya suara api dari tungku kecil yang terdengar. Gita menatapnya, mencoba tetap tenang. “Saya tidak pernah bermaksud menarik perhatian siapa pun.”
103.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 151 kali sebagai dengarkan herlin pirena tak satupun
Baca
+Pustaka
Aku Tak Punya Siapapun Lagi

Aku Tak Punya Siapapun Lagi

Emma semakin merasa bersalah saat berbicara, karena Liliana menatapnya dengan mengejek. Liliana menyalakan ponsel Elisa dan memperlihatkan riwayat obrolan kepada orang-orang yang hadir. “Ada beberapa kebenaran yang harus diperlihatkan kepada kalian, Elisa tidak boleh mati sia-sia.” “Apa? Kematian Elisa bukan hanya kegagalan organ?” Keringat dingin membasahi kening Emma. Riwayat obrolan antara dia dan Elisa bergulir di layar.
11.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 249 kali sebagai dengarkan herlin pirena tak satupun
Baca
+Pustaka
Hasrat Terpendam Papa Tiriku

Hasrat Terpendam Papa Tiriku

“Jangan sampai salah langkah cuma karena percaya sama orang yang salah.” Hilda mengangguk cepat, menelan sesuatu yang terasa berat di tenggorokannya. Tak lama mereka sampai di meja perawat untuk konfirmasi kedatangan. Renata menyebutkan nama Firly dengan suara yang tetap tenang, meski di dalam dadanya ada sesuatu yang ikut terasa sesak. Sementara itu tempat lain, di sebuah terminal yang ramai dan bising, orang-orang berlalu-lalang dengan tas di tangan. Suara klakson bercampur dengan teriakan kondektur.
1098.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.1K kali sebagai dengarkan herlin pirena tak satupun
Baca
+Pustaka
Lelaki Plus-Plus

Lelaki Plus-Plus

“Aamiin..” Kalandra memandangi rekan-rekan ojolnya. Hampir semua yang dikenalnya berada di sini. Tapi ada satu yang tidak dilihatnya, yakni Heri. Biaanya pria itu tak pernah absen berkumpul bersama teman-temannya. “Bang Heri tumben ngga ada. Apalagi narik?” “Kamu belum dengar ya.” “Dengar apa, Kang?”
104.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 152 kali sebagai dengarkan herlin pirena tak satupun
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status