Menyerah
ucapnya sinis.
"Ya --- itu lain, Ra. Dit --- Dita ---" Aku jadi gelapan sendiri mendapat cercaan dari Nira.
"Kenapa? Masih mau mencari-cari alasan lagi?" ucapnya dengan tatapan mengejek.
"Oke, oke aku salah, dari awal juga aku sudah ngaku, dan minta maaf. Kenapa kamu masih tidak mau memaafkan aku? Kalau Dita mengaku hamil anakku, bagaimana mungkin aku langsung percaya? Bisa saja itu benih laki-laki lain. Kecuali dia datang dengan membawa bukti akurat, hasil tes DNA misalnya." Nira menatapku dingin.
Hot Chapters