Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
TRUST

TRUST

Helena berhenti sejenak. Helena benar-benar tidak habis pikir. "Dan Celine sangat welcome?! Thats impossible. Sama sekali bukan gaya Celine.” Lia mengangguk setuju. “Tenang, aku pasti akan membantumu, Kak Helen.” Kali ini, Helena yang mengangguk. ***
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai deniable
Baca
+Pustaka
PENYESALAN

PENYESALAN

Nadia pun bangun, lalu meraih kartu ATM dari tanganku. "Tapi mas ..." "Kenapa? Oh iya, nomor PINnya adalah tanggal lahirmu." "Bukan itu ..." "Terus apa?" "Kamu gimana?" "Aku punya kartu ATM yang lain. Aku cuma butuh sedikit saja untuk uang transport, kamu bisa mentransferku kalau aku butuh saja. Tapi untuk bulan ini sepertinya aku butuh dana lebih untuk beli handphone baru dan juga kacamata."
9.7228.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.7K kali sebagai deniable
Baca
+Pustaka
UNACCEPTED

UNACCEPTED

tanya Icha to the point, suaranya sangat pelan hingga hampir tak terdengar. Nessa melipat tangannya di depan dada, "lo temen SMP gue, kan?" "I... iya," Nessa maju selangkah, menepis jarak antara dirinya dan Icha, "mentang – mentang lo ngerti siapa bokap gue, bukan berarti lo bisa ceritain bokap gue ke semua orang, apalagi sampai nuduh nyokap gue sebagai perempuan murahan. Nyokap gue adalah perempuan baik – baik, gue pun begitu," terang Nessa.
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai deniable
Baca
+Pustaka
MENANTI KEPASTIAN

MENANTI KEPASTIAN

Nia si perusak bahasa yang tidak terima, langsung ngelabrak lewat komennya. “Oh my god, oh my no, oh my wow!!! Walah-walah you also tidaj hargai yang lagi presentasi, the evidence you online, right???hahaha.” Dini langsung off dan buka buku diarynya. Nulis semua kejadian konyolnya. menikmati perkuliahan tanpa sesal, karena dia percaya setiap anak adalah spesial.
104.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai deniable
Baca
+Pustaka
Dilema

Dilema

~Dicky~ ***
106.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 202 kali sebagai deniable
Baca
+Pustaka
Unknown

Unknown

ucapku sambil mengangkat secangkir kopi yang habis ku minum. “Kan apa gue bilang resep yang ini tu gak ada lawan”ucap Danu merasa puas. “Wahhh seneng nih gue sama orang yang sok gak peduli sama apa yang terjadi”celetuk Bang Rio yang kembali membuat suasana menjadi tidak bersahabat. “Sorry bang di sini kan kita mau ngopi bareng. Pliss enjoyin dong dibuat asik aja jan tegang ahh kek lagi ujian akhir aja”Bayu mencoba membenarkan situasi.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai deniable
Baca
+Pustaka
Alice

Alice

bentak Dirga. Devan menggelengkan kepalanya. "Gue gak ambil itu piala! Gue selalu sama lo Dir, kapan gue punya kesempatan buat ngambil itu Piala?" ujar Devan dengan sejujur-jujurnya agar Dirga percaya namun Dirga tidak percaya setiap ucapan Devan. Dirga seperti dihipnotis oleh video Cctv tersebut, bahwa video tersebut adalah video yang sangat benar dan tidak ada sabotase apapun.
105.8K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai deniable
Baca
+Pustaka
DENDAM

DENDAM

Terlihat sebuah konten yang di tarik kembali, hingga tidak terlihat apa yang si nomor tanpa nama ini kirim ke Alena. Hanya Alena dan si pengirim yang tahu. Namun dari segi percakapannya, sepertinya tanpa nama begitu ingin membuat Alenaku sakit hati. "Kita lihat saja nanti, aku seorang yang ambisius. Sebelum membuat lawannya hancur, aku tidak akan mundur." Itulah pesan terakhir si tanpa nama kirim, tepat sehari sebelum kematian Alena, selama ini Alena bahkan tidak pernah mengatakan apapun kepadaku.
1024.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 935 kali sebagai deniable
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status