Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
PENYESALAN

PENYESALAN

Nadia pun bangun, lalu meraih kartu ATM dari tanganku. "Tapi mas ..." "Kenapa? Oh iya, nomor PINnya adalah tanggal lahirmu." "Bukan itu ..." "Terus apa?" "Kamu gimana?" "Aku punya kartu ATM yang lain. Aku cuma butuh sedikit saja untuk uang transport, kamu bisa mentransferku kalau aku butuh saja. Tapi untuk bulan ini sepertinya aku butuh dana lebih untuk beli handphone baru dan juga kacamata."
9.7229.6K viewsCompletedAdded to Library 8.7K Times as deniable
Read
+Library
UNACCEPTED

UNACCEPTED

tanya Icha to the point, suaranya sangat pelan hingga hampir tak terdengar. Nessa melipat tangannya di depan dada, "lo temen SMP gue, kan?" "I... iya," Nessa maju selangkah, menepis jarak antara dirinya dan Icha, "mentang – mentang lo ngerti siapa bokap gue, bukan berarti lo bisa ceritain bokap gue ke semua orang, apalagi sampai nuduh nyokap gue sebagai perempuan murahan. Nyokap gue adalah perempuan baik – baik, gue pun begitu," terang Nessa.
1.8K viewsOngoingAdded to Library 57 Times as deniable
Read
+Library
MENANTI KEPASTIAN

MENANTI KEPASTIAN

Nia si perusak bahasa yang tidak terima, langsung ngelabrak lewat komennya. “Oh my god, oh my no, oh my wow!!! Walah-walah you also tidaj hargai yang lagi presentasi, the evidence you online, right???hahaha.” Dini langsung off dan buka buku diarynya. Nulis semua kejadian konyolnya. menikmati perkuliahan tanpa sesal, karena dia percaya setiap anak adalah spesial.
104.6K viewsCompletedAdded to Library 92 Times as deniable
Read
+Library
Tanpa Status

Tanpa Status

kata Nico, wajahnya tampak serius. "Memangnya kenapa?" tanya Jessica dengan tampang tak bersalahnya. "Kita bisa mati karena kamu!" kata Nico serius. Jessica diam sejenak lalu ia menyunggingkan sudut bibirnya. "Baiklah," kata Jessica, "aku tidak akan mengebut." "Janji?" ujar Nico, "kalau kau ingkar, aku tidak mau lagi ikut denganmu atau aku mengundurkan diri saja dari proyek ini."
103.1K viewsOn holdAdded to Library 124 Times as deniable
Read
+Library
Unknown

Unknown

“Nyet gak ada cowok-cewek itu temenan atau sahabatan, pasti salah satunya nyimpen rasa” “Enggak nyet suer, lu kek gak percaya banget sama temen lo jadinya” “Berapa persen lo bisa yakin? Entah itu elu apa Adira pasti salah satunya bakal nyimpen perasaan. Dengerin gue kali ini aja kalo lo beneran pengen lulus dengan selamat dari fakultas ini. Lo sendiri yang bilang niat lo kuliah cuma pengen cepet lulus”
2.2K viewsOngoingAdded to Library 71 Times as deniable
Read
+Library
Alice

Alice

bentak Dirga. Devan menggelengkan kepalanya. "Gue gak ambil itu piala! Gue selalu sama lo Dir, kapan gue punya kesempatan buat ngambil itu Piala?" ujar Devan dengan sejujur-jujurnya agar Dirga percaya namun Dirga tidak percaya setiap ucapan Devan. Dirga seperti dihipnotis oleh video Cctv tersebut, bahwa video tersebut adalah video yang sangat benar dan tidak ada sabotase apapun.
105.9K viewsOn holdAdded to Library 118 Times as deniable
Read
+Library
DENDAM

DENDAM

pintaku, Alia menatap datar ke arahku, kemudian ia tersenyum. "Jika mas menuduhku, dan tidak menemukan bukti apa-apa, bagaimana?" Wajah Alia begitu tenang, bahkan ia berkata diiringi sunggingan senyum kecil di bibirnya. "Tidak mungkin, kecuali kamu menyembunyikannya." "Menuduh tanpa bukti itu, jatuhnya fitnah." Alia berkata santai, tatapannya tajam dan dingin.
1024.8K viewsCompletedAdded to Library 941 Times as deniable
Read
+Library
Dilema

Dilema

tanya Dicky. "Levin ngomong apa aja ama lo? Lo gak kenapa napa kan? Gak tau kenapa Levin nyuruh gue buat jauhin lo, emng lo kenapa sih ama Levin? Levin itu bahaya kalau udah emosi Dicky, gue takut lo kenapa napa," ujar Thania panjang lebar. "Gue gak kenapa napa Thania, Levin juga gak ngomong apa apa ke gue," timpal Dicky berbohong.
106.6K viewsOngoingAdded to Library 205 Times as deniable
Read
+Library
LEAK

LEAK

“Gini loh, Pak, Bang Deni. Saya kok ngerasa Mbok Kesuma ini ... maaf, Bang Deni ....” “Gak papa, Mak. Teruskan, kenapa?” “Maafkan, kok Mbok Ni ini belum sepenuhnya belum terbebas. Saya liat sorot matanya kosong.” “Oh, ya. Ibuk benar. Bapak juga ngerasa gitu,” timpal Lek Dirman. “Saya maklum Mak Nah dan Lek Dirman berpikiran seperti itu. Ya, memang itu, nyatanya. Saya akui,” ucap Bang Deni sambil tersenyum ke arah kedua orang di depannya.
9.916.9K viewsCompletedAdded to Library 472 Times as deniable
Read
+Library
DINAR

DINAR

jawab raccel menjelaskan Sungguh banyak kejutan disini, dinar sangat kagum dengan pulau ranland ini, dengan semua keajaiban yang dipunya dan sangat memanjakan mata ini. Dinar memegang batu-batu berkilau itu dan aoa yang terjadi dia tidak bisa memegangnya, seakan itu hanya bayangan saja, dia mencoba memegng yang lainnya juga tetap sama, sampai dia masuk kehamparan bercahaya itu ttp saja dia tidak merasakab apa-apa. "raccel kenapa aku tidak bisa memegangya?" tanya dinar penasaran "iya benar batu itu tidak bisa kamu oegang selagi bercahaya, tunggu sampai cahayanya hilang baru kamu bisa memegangya" jawab raccel dengan santai
105.9K viewsCompletedAdded to Library 210 Times as deniable
Read
+Library
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status