Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Unexpected

Unexpected

pintanya ketika melihat sorot keraguan yang dipancarkan oleh mata Diandra. “Len, apakah kalian bermain aman?” Diandra merendahkan nadanya agar hanya mereka berdua yang mendengar. Karena saking malunya telah menanyakan sesuatu yang sifatnya sangat pribadi, ia pun langsung menundukkan kepala. “Aku hanya takut kamu dicampakkan jika nanti terjadi sesuatu yang tidak diinginkan atau di luar kesepakatan,” sambungnya, seolah menegaskan bahwa dirinya khawatir. Diandra tidak memiliki maksud terselubung atas pertanyaan yang dilontarkannya.
9.838.1K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as doubting
Read
+Library
Dua Sisi

Dua Sisi

"Abang tidak menyebutnya menuduh Embun, tetapi abang menyebutnya interogasi. Cross check. Kalau kamu memang tidak melakukan suatu kesalahan, kenapa kamu malah sewot begini. Pasti ada sesuatu yang kamu sembunyikan dari abang. Jawab saja dia siapa, habis perkara. Kenapa masalah jadi melebar seperti ini hanya karena kamu kesal karena merasa dituduh?!" "Ini bukan masalah kesal atau tidak kesal, Bang. Tetapi ini masalah abang tidak mempercayai Embun kan? Karena itu makanya abang menyuruh orang-orang untuk memata-matai Embun di kampus. Embun kecewa Bang, Embun sakit hati karena tidak abang percayai. Cuma di kampus tok saja abang sudah curiga sama Embun.
1029.8K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as doubting
Read
+Library
Dia

Dia

Dia kira dia sendiri di sini sampai tiba-tiba suara memekakan telinga itu mengejutkannya. Siapa pula gadis ini- batin Argan. Hampir saja Argan terjungkal ke kubangan air yang ada di sampingnya jika tidak berpegangan pada tembok di sebelahnya. Argan menegur gadis yang tidak dia kenal itu dengan tatapan khasnya yangvterkadang membuat lawan bicaranya takut. Bukannya takut, gadis di hadapannya itu malah bertanya. "Lo kehujanan juga, ya?"
102.6K viewsOngoingAdded to Library 81 Times as doubting
Read
+Library
Antara Iba dan Curiga

Antara Iba dan Curiga

ucapnya, berusaha untuk berbicara dengan jujur meskipun hatinya bergetar. Kael bangkit dari kursinya dan berjalan mendekat, tatapannya semakin tajam. "Kalau begitu, siapa yang bisa aku percayai?" tanyanya, suaranya bergetar dengan frustasi yang mendalam. "Ku bilang kamu tidak bersalah, tapi bukti-bukti itu... semuanya mengarah kepadamu. Dan aku tidak bisa menahan rasa sakit ini. Semua orang mengatakan bahwa kamu pembunuhnya."
870 viewsOngoingAdded to Library 33 Times as doubting
Read
+Library
YOU

YOU

Balas Xavier cepat. Aluna terkejut mendengar balasan Xavier, begitu juga Dira yang sedari tadi sibuk menyimak percakapan mereka berdua. Apa maksud dari perkataan Xavier, bukan kah mereka sudah membuat keputusan yang matang untuk menikah satu tahun lagi. Mengapa laki-laki ini tiba-tiba berkata demikian, apa sebenarnya penyebab keraguan mendadak dari Xavier, apakah telah terjadi sesuatu dengan Xavier sampai ia mengatakan sesuatu yang mencengangkan. Berbagai macam pertanyaan dan pikiran-pikiran negative pun mulai memenuhi kepala Aluna, ia benar-benar terkejut dengan pernyataan Xavier barusan.
2.3K viewsOngoingAdded to Library 49 Times as doubting
Read
+Library
Dua Sisi

Dua Sisi

ucap Rumi beralih ke Kendis. “Iya, bener kata Rumi. Dulu juga kami begitu. Kalo kata orang kota, namanya nerpes?” “Nervous kali, bukan nerpes!” gumam Ameera lirih. “Mbok ya, kalo ngomong ki seng bener tho, Ndis! Bukan nerpes! Tapi nervous!” tegas Rumi. “Yo iku maksudku loh, Rum! Jan ... lambeku ki angel nek kon ngomong bahasa Inggris!”
108.3K viewsOngoingAdded to Library 315 Times as doubting
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status