Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Diuber Janda

Diuber Janda

tanya Ririn keheranan. "Ada gempa gak sih, Bu?" Amin malah berbalik tanya pada Ririn. Kali ini wajahnya menatap Ririn serius tanpa berkedip. Ririn yang merasa aneh, ikut melihat sekelilingnya, mencoba merasai gempa yang ditanyakan Amin, tapi tidak ada. "Tidak ada gempa, ah!" Ririn menggeleng.
10119.1K viewsCompletedAdded to Library 3.2K Times as doubting
Read
+Library
Unexpected

Unexpected

pintanya ketika melihat sorot keraguan yang dipancarkan oleh mata Diandra. “Len, apakah kalian bermain aman?” Diandra merendahkan nadanya agar hanya mereka berdua yang mendengar. Karena saking malunya telah menanyakan sesuatu yang sifatnya sangat pribadi, ia pun langsung menundukkan kepala. “Aku hanya takut kamu dicampakkan jika nanti terjadi sesuatu yang tidak diinginkan atau di luar kesepakatan,” sambungnya, seolah menegaskan bahwa dirinya khawatir. Diandra tidak memiliki maksud terselubung atas pertanyaan yang dilontarkannya.
9.838.3K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as doubting
Read
+Library
Dua Sisi

Dua Sisi

"Abang tidak menyebutnya menuduh Embun, tetapi abang menyebutnya interogasi. Cross check. Kalau kamu memang tidak melakukan suatu kesalahan, kenapa kamu malah sewot begini. Pasti ada sesuatu yang kamu sembunyikan dari abang. Jawab saja dia siapa, habis perkara. Kenapa masalah jadi melebar seperti ini hanya karena kamu kesal karena merasa dituduh?!" "Ini bukan masalah kesal atau tidak kesal, Bang. Tetapi ini masalah abang tidak mempercayai Embun kan? Karena itu makanya abang menyuruh orang-orang untuk memata-matai Embun di kampus. Embun kecewa Bang, Embun sakit hati karena tidak abang percayai. Cuma di kampus tok saja abang sudah curiga sama Embun.
1030.1K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as doubting
Read
+Library
Dia

Dia

Dia kira dia sendiri di sini sampai tiba-tiba suara memekakan telinga itu mengejutkannya. Siapa pula gadis ini- batin Argan. Hampir saja Argan terjungkal ke kubangan air yang ada di sampingnya jika tidak berpegangan pada tembok di sebelahnya. Argan menegur gadis yang tidak dia kenal itu dengan tatapan khasnya yangvterkadang membuat lawan bicaranya takut. Bukannya takut, gadis di hadapannya itu malah bertanya. "Lo kehujanan juga, ya?"
102.8K viewsOngoingAdded to Library 86 Times as doubting
Read
+Library
THE POSSIBLE

THE POSSIBLE

Gerombolan pembohong! "Ini sangat penting," katanya. "Kami perlu tahu.” Nada suaranya menunjukkan perasaan tak percaya. Tak ada apa-apa. Tak ada gerakan di mana pun, Namun mereka mengawasinya dengan penuh perhatian, dan ia membuat mereka sangat resah. Teruskanlah, bocah besar. "Coba saya tanyakan dengan cara lain," katanya, sangat tenang. "Apakah ada di antara kalian yang berbicara dengan Mr. Baylor di sini atau Mr. Yuval Bonjamin di sana itu?"
105.3K viewsCompletedAdded to Library 175 Times as doubting
Read
+Library
Dilema

Dilema

Dan khawatir akan menyakiti dua orang yang dicntainya itu. "Kamu mikirin apa?" tanya Ibu Dicky. "Aku takut ma," jawab Dicky. "Kenapa?" "Aku takut ini bakal jadi cinta segitiga ma, aku takut bakal dihadapkan di dalam sebuah pilihan yang berat, aku juga takut bakal nyakitin salah satu diantara orang yang aku cintai ma," jawab Dicky.
106.6K viewsOngoingAdded to Library 139 Times as doubting
Read
+Library
Antara Iba dan Curiga

Antara Iba dan Curiga

ucapnya, berusaha untuk berbicara dengan jujur meskipun hatinya bergetar. Kael bangkit dari kursinya dan berjalan mendekat, tatapannya semakin tajam. "Kalau begitu, siapa yang bisa aku percayai?" tanyanya, suaranya bergetar dengan frustasi yang mendalam. "Ku bilang kamu tidak bersalah, tapi bukti-bukti itu... semuanya mengarah kepadamu. Dan aku tidak bisa menahan rasa sakit ini. Semua orang mengatakan bahwa kamu pembunuhnya."
963 viewsOngoingAdded to Library 36 Times as doubting
Read
+Library
YOU

YOU

Balas Xavier cepat. Aluna terkejut mendengar balasan Xavier, begitu juga Dira yang sedari tadi sibuk menyimak percakapan mereka berdua. Apa maksud dari perkataan Xavier, bukan kah mereka sudah membuat keputusan yang matang untuk menikah satu tahun lagi. Mengapa laki-laki ini tiba-tiba berkata demikian, apa sebenarnya penyebab keraguan mendadak dari Xavier, apakah telah terjadi sesuatu dengan Xavier sampai ia mengatakan sesuatu yang mencengangkan. Berbagai macam pertanyaan dan pikiran-pikiran negative pun mulai memenuhi kepala Aluna, ia benar-benar terkejut dengan pernyataan Xavier barusan.
2.4K viewsOngoingAdded to Library 51 Times as doubting
Read
+Library
Dua Sisi

Dua Sisi

ucap Rumi beralih ke Kendis. “Iya, bener kata Rumi. Dulu juga kami begitu. Kalo kata orang kota, namanya nerpes?” “Nervous kali, bukan nerpes!” gumam Ameera lirih. “Mbok ya, kalo ngomong ki seng bener tho, Ndis! Bukan nerpes! Tapi nervous!” tegas Rumi. “Yo iku maksudku loh, Rum! Jan ... lambeku ki angel nek kon ngomong bahasa Inggris!”
108.4K viewsOngoingAdded to Library 320 Times as doubting
Read
+Library
Disayang Duda Kaya

Disayang Duda Kaya

laki-laki di depannya tidak bisa menjaga kepercayaan Diani. Latar belakang Diani yang tumbuh dari isu perselingkuhan membuatnya sangat sensitif dengan adanya keterlibatan orang ketiga. “Iya, Bu. Saya sangat cocok di sana.” “Kenapa?” “Ah– Itu–” “Jangan bermain-main, Dimas. Kalau cocok lakukan dengan sungguh-sungguh. Pepatah lama bilang kalau tidak mau terbakar jangan bermain api. Tapi kamu tahu? Walaupun hanya coba bermain api dan berhasil dipadamkan, pasti ada ujung yang hangus. Ujung yang sudah jadi abu itu, tidak akan pernah jadi bentuk semulanya karena dia sudah jadi serbuk abu. Kaca bisa dilem lagi, kertas masih bisa rekatkan, tapi abu akan selamanya jadi abu. Mengerti?”
6.8K viewsCompletedAdded to Library 183 Times as doubting
Read
+Library
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status