Candu Dekapan Kakak Ipar
“Maksudnya?”
Nina terkekeh pelan, berusaha menutupi nada yang sempat meleset. “Nggak, bukan apa-apa. Den Regan masih kecil, belum paham urusan orang dewasa.”
Ia merapikan bajunya, lalu melangkah mundur. “Saya lanjut kerja dulu, ya.”
Tanpa menunggu jawaban, Nina keluar dari kamar.
Regantara menatap punggung wanita itu sampai menghilang di balik pintu. Tatapannya menyempit, rahangnya mengeras—terlalu dewasa untuk ekspresi anak seusianya.