Dada Malam, Nafas Pagi
"Aturan pertama..."
Arsa membungkam Kania dengan ciuman. Ciuman itu kasar, mendesak, dan penuh dengan emosi yang selama ini ia sembunyikan—kemarahan, rasa sakit, dan hasrat yang tak terkendali. Kania membalas, meraih jaket Arsa, menariknya lebih dalam. Buku harian, Vanya, dan ancaman mati... semua melebur menjadi momen hasrat yang gila.
Arsa melepaskan ciumannya sebentar, napasnya memburu. "Aturan pertama adalah, kau akan belajar apa artinya menjadi miliku, malam ini juga."
Hot Chapters