Ambilah Gaji Suamiku!
ucapnya seraya membalikan badannya membelakangi-ku.
Selalu saja seperti ini jika kami sedang bertengkar. Ia selalu menghindari aku. Dan esoknya akan seolah- olah tak terjadi apa- apa. Lihat saja nanti, Mas. Apa yang bisa aku lakukan.
Mata ini tak bisa terpejam hingga larut malam. Kesunyian ini terpecah kala suara ponsel mas Adam. Aku mencoba mengambilnya dan melihat siapa yang menghubunginya. Tertera grup Wa keluarga suamiku. Sejak kapan ada grup Wa di keluarga, aku tak pernah tahu akan hal itu. Aku segera membuka ponsel Mas Adam, untung password-nya tak di ganti jadi memudahkan aku untuk membukanya. Betapa terkejutnya aku akan pembahasan di dalam grup keluarga Mas Adam.