Dewa
Dendi berdesis pelan, the couple of love.
"Tapi... akan indah jika kita lukiskan cinta kita bersama-sama untuk meraih mimpi kita dengan Dendi, Edvin, Rivani, dan Ogi. Selamanya kita akan menjadi sahabat, jika memang kau mencintaiku, kau harus menerima keputusanku." Kata Dewa bijak lalu menggenggam erat jemari Chika. Airmata siap meluncur dari mata Chika. Apakah itu artinya penolakan? Jika iya. Itu amatlah menyakitkan. Cinta bertepuk sebelah tangan. Lagi-lagi Dewa memberikan kejutan yang amat dasyat mengguncang batinnya. Dewa memang selalu buta dengan cinta. 'Bodohnya aku kenapa aku harus mencintainya'. Pikir Chika dalam benaknya.
"Bukankah begitu Edvin? Bukankah begitu Rivani, Dendi, Ogi?"
Hot Chapters