Cinta Berbalut Dendam
Ki Sanus hanya geleng-geleng kepala, dia lalu meminta Dewi bersiap menerima hawa panas tersebut dan kini Ki Sanus duduk berhadapan dengan Dewi.
“Maaf…!” kata Ki Sanus dan dia menempelkan kedua tangannya ke dada milik Dewi. Dewi pun disuruh memejamkan mata dan mengikuti lapal-lapal yang dibaca Ki Sanus. Dewi mengikuti arahan Ki Sanus dan pelan-pelan dari tangan Ki Sanus menjalar hawa hangat yang lama-lama berubah panas di dada Dewi.
Mula-mula Dewi menikmati hangatnya tangan Ki Sanus, namun kini dia mulai gelisah, tangan Ki Sanus yang menempel di dadanya menimbulkan sensasi berbeda dari wanita ini.