Kelana Nirbatas
teriak kompak Rawa dan Rhea.
Mendengar teriakan kedua orang itu secara kompak membuat Niskala kesulitan menahan tawa, sosok tenang Ibu peri telah hilang, digantikan dengan keindahan yang melebihi bayangan orang-orang, ia tertawa kecil dengan bebasnya, dengan kelopak mata menutup tipis dan pipi mendadak merah muda, telapak tangan kanannya sedikit menutup mulut dan tangan kirinya melingkar di perut. Ia bukan lagi Ibu peri, ia adalah seorang Dewi.
“Hahaha … aduh, maaf ngetawain…,” ujarnya lirih.
Hot Chapters