Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Adik Ipar Yang Jadi Suamiku

Adik Ipar Yang Jadi Suamiku

Jerit Safira setinggi langit. *****************
102.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai di bawah langit
Baca
+Pustaka
Dendam Sang Pewaris Leluhur

Dendam Sang Pewaris Leluhur

Ratna berbisik di bawah langit yang kembali sunyi, air matanya jatuh ke tanah bercahaya. “Kau berjanji untuk pulang...”
101.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai di bawah langit
Baca
+Pustaka
Langit & Mega

Langit & Mega

Baru saja selesai mengerjakan tugas sekolah yang masih rampung. Atensiku masih tertuju pada langit di luar jendela kamar. Langit gelap di hadapanku bersih tanpa awan lagi bertabur bintang gemintang. Rembulan pun ikut tergantung di sana. Aku memandangi dengan takjub. Tak pernah bosan memandang ke arah sana. Ingatanku menerawang jauh, saat kejadian tadi sore. Mengingat lagi penuturan Kak Bima mengenai suka dan cinta.
108.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 325 kali sebagai di bawah langit
Baca
+Pustaka
Jerat Cinta Sang Langit

Jerat Cinta Sang Langit

“Kau selalu membangunkanku.” Ya, Bumi merasakan kerasnya bagian bawah Langit yang menempel di dirinya. “Kau mau memainkannya untukku?” tanya Langit menyambar tangan Bumi dan mengarahkan ke aset terbesarnya. Hanya beberapa saat, Bumi menyentuhnya di bawah air. “Tekan, Bumi.” Bumi menekan. “Ke atas ke bawah, Bumi.”
1015.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 437 kali sebagai di bawah langit
Baca
+Pustaka
WANITA BAYARAN

WANITA BAYARAN

sahutnya singkat dan kembali lagi bermain dengan Langit yang hanya duduk di ranjangnya. "Sepertinya Langit nyaman sekali dengan Bara," bisik Ibu. Aku hanya menjawabnya dengan senyuman. *** Siang berangsur senja, matahari pelan-pelan membenamkan dirinya di ufuk barat, menyisakan warna jingga keemasan di langit lepas. Indah, sangat indah sekali, seindah harapanku yaitu kesembuhan Langit. Semoga saat mentari muncul kembali esok hari, membawa kabar gembira untukku, Ibu dan tentunya untuk Langit.
9.87.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 220 kali sebagai di bawah langit
Baca
+Pustaka
Doa Yang Harusnya Tak Aku Langitkan

Doa Yang Harusnya Tak Aku Langitkan

Dia memandangi langit dari teras masjid, hari sudah hampir sore dan sungguh jiwa raganya merasa letih menghadapi segala kenyataan yang dia terima hari ini. 'Astaghfirullahal'adziim wa atuubu ilaiih..' lirihnya sambil menarik dan mengembuskan nafas berulang kali. Sungguh, jika bisa, dia rasanya ingin menyerah dengan semua ini. Tapi banyak sekali pertimbangan yang harus dia pikirkan dengan matang.
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai di bawah langit
Baca
+Pustaka
Menentang Takdir di Bawah Langit Sunyi

Menentang Takdir di Bawah Langit Sunyi

Ketika ia berbicara, kalimatnya sederhana. “Selama kita hidup jujur,” katanya suatu malam, “langit tidak akan terlalu kejam.” Aku mempercayainya. Hari itu, langit cerah. Tidak ada tanda bahaya ketika tiga kultivator turun dari udara. Mereka tidak membawa niat jahat. Setidaknya, tidak secara terang-terangan. Namun di dunia ini, keberadaan kultivator saja sudah cukup untuk mengubah segalanya.
10788 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai di bawah langit
Baca
+Pustaka
Kesempatan Kedua? (Aku, Kau dan Rahasia)

Kesempatan Kedua? (Aku, Kau dan Rahasia)

Sorot matanya mengikuti Langit dengan gelisah. --- Di ruang tengah, Bima yang rupanya sudah mendengar percakapan mereka langsung menegur. “Kenapa lo? Diet?” Langit menggeleng, menahan tawa kecil. “Belum laper, Bang.” Sadewa menyahut cepat, “Biarin aja sih, Bang. Langit lagi trial jadi gelandangan.” Bima langsung menyambar bantal dan melemparkannya ke kepala Dewa. “Mulutnya!”
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai di bawah langit
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status