Pemaksaan Ekstraksi Ingatan, Dia Ambruk Mengetahui Faktanya
Sahabatku, Vina, diperkosa lalu bunuh diri dengan melompat ke sungai. Aku adalah satu-satunya orang yang tahu siapa pelakunya.
Namun, akulah yang menutupi kejahatan orang itu dengan tanganku sendiri.
Ibu Vina sampai berlutut dan memohon kepadaku, tetapi aku langsung berbalik pergi dengan wajah dingin.
Warga desa memakiku tidak punya hati nurani dan melempari rumahku dengan barang-barang. Tanpa ragu, aku melepaskan anjingku untuk menggigit mereka.
Sepuluh tahun kemudian, aku sudah sekarat.
Jesslyn, sahabat karib yang telah menghilang selama bertahun-tahun, kini kembali sebagai orang terkaya nomor satu di negeri ini. Hal pertama yang dilakukannya adalah menyeretku ke kursi pengadilan memori. Itu adalah alat yang biasanya hanya digunakan untuk para terpidana mati.
"Qaila, kamu ini binatang yang melindungi pemerkosa! Aku dan Vina benar-benar buta sampai anggap kamu sebagai teman!"
"Vina sudah mati sepuluh tahun. Selama sepuluh tahun itu pula, kamu membiarkan pelakunya bebas berkeliaran!"
"Hari ini aku akan menggunakan alat ekstraksi memori yang kuciptakan sendiri untuk melihat siapa sebenarnya pelaku yang selama ini kamu lindungi!"
Saat pelaku yang sebenarnya muncul di hadapan semua orang, Jesslyn justru langsung hancur dan tidak sanggup lagi berdiri tegak. Bahkan lututnya tak kuasa menopang tubuhnya.