Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
DiaLangit

DiaLangit

Bahkan sudah tak bisa dihitung lagi berapa kali dia keluar masuk ruang BK. Jangan lupakan satu gadis lagi yang tak lain adalah gadis pemilik iris mata hazel yang kerap kali dipanggil Eriska. Sang pemeran utama kita yang merupakan anak emas dari SMA Nusa Pertiwi karena prestasinya di bidang akademik, sang anak olimpiade Sosiologi.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai dia isabella
Baca
+Pustaka
Alisya

Alisya

Mendengar namanya di sebut Aiys terdiam dan mulai meneteskan air mata, Aiys dipeluk teman kelasnya bersama. "Selamat Aiys," "Selamat sayang," "Kamu hebat, selamat Aiysku," Aiys meneteskan air mata, "Terimakasih semua," katanya sambil melangkah maju ke depan. Hiruk pikuk aula penuh dengan tepuk tangan, "Kita sambut bintang kela X Ipa 1, ALISYA CANTARAAAA," kata pembawa acara sesampainya Aiys di panggung.
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai dia isabella
Baca
+Pustaka
Re:Diva dari Gaia

Re:Diva dari Gaia

Terlebih lagi Madania belum diberitahu apa maksud dari Atma mengatakan kalau tidak diberi jiwanya, Madania sekarang pasti mati. “Kejadian apa yang kira-kira membuatku hampir kehilangan nyawa?” gumam Madania. “Tapi entahlah. Aku harus benar-benar bersemangat mencarinya dan merebutnya kembali dari Diva.” “Hmmm, nama Diva sendiri adalah anak dari Dewi Gaia. Kenapa anak dari Dewi malah merusuh di muka Bumi?”
93.7K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai dia isabella
Baca
+Pustaka
Diam-Diam Jatuh Cinta

Diam-Diam Jatuh Cinta

Zoia tersenyum lalu melangkah menghampiri. “Maaf, Mbak Dita, saya baru datang. Nggak telat kan saya?” “Oh, enggak kok, ayo duduk, Mbak Zoia.” Menarik kursi dengan pelan, Zoia lantas duduk di hadapan Dita. Aroma espresso one shot yang menguar dari cangkir Dita terhirup oleh Zoia. “Enak juga ya baunya.” Ia berkomentar. “Iya, Mbak, di sini terkenal karena espresso-nya sama eclair. Mbak Zoia mau saya pesenin?”
9.728.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 675 kali sebagai dia isabella
Baca
+Pustaka
Editor Dingin Bikin Bucin

Editor Dingin Bikin Bucin

Elise terhenti sejenak, mencoba mencari kata yang tepat. “Halo, Oliver. Aku Isabella Rossi. Kamu bisa memanggilku Bibi Bella. Aku adalah teman ibumu,” sela Isabella dengan senyum ramah, meskipun sedikit geli karena panggilan 'bibi' yang terdengar agak aneh baginya, mengingat dia masih merasa sangat muda. “Bibi Bella cantik sekali!” puji Oliver dengan tulus. Isabella tersenyum senang mendengar pujian dari Oliver. “Terima kasih, Oliver. Kamu juga sangat tampan,” balasnya sambil tersenyum.
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai dia isabella
Baca
+Pustaka
DIA BUKAN ANAKMU, BOSS!

DIA BUKAN ANAKMU, BOSS!

"Nah, itu dia, Bu. Dari catatan yang Ibu sampaikan, dan hasil pemeriksaan sejauh ini, kita belum menemukan tanda-tanda infeksi seperti flu, radang tenggorokan, atau infeksi lainnya." Titi terlihat sangat cemas. "Tapi demamnya Sifa itu datang berulang, mirip pola penyakit yang disebut Hyper IgD Syndrome, atau kita singkat saja HIDS ya." "Hah, itu penyakit apa ya, Dok? Bahaya?"
105.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 114 kali sebagai dia isabella
Baca
+Pustaka
DIA YANG MENOLAK DIABAIKAN

DIA YANG MENOLAK DIABAIKAN

Dia memberi isyarat kepada wanita itu untuk mengikutinya ke ruang makan. "Duduklah di situ." "Iya tante." Ibuku menuangkan segelas air serta memberinya sekotak tisu agar wanita itu menghapus air matanya, "Minumlah." "Iya tante." Wanita itu terlihat gugup gelas yang dipegangnya bergetar dan perlahan-lahan dia meneguk airnya. "Apa yang kau inginkan? Sebenarnya kau ingin melihat Haifa dan Hengky bercerai atau kau benar-benar ingin jadi adiknya?"
106.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 195 kali sebagai dia isabella
Baca
+Pustaka
Kesempatan Kedua: Terlahir Kembali

Kesempatan Kedua: Terlahir Kembali

Saat ini, Isabella berjalan masuk dari luar. Isabella mengenakan gaun panjang emas yang membuatnya tampak mulia dan elegan. Wajahnya yang mirip Violet menyunggingkan seulas senyum tipis dan dia berkata, "Grup Fernandez adalah penguasa Kota Poseidon. Malu kalau pusat perhatian kita dikalahkan oleh orang lain." "Nona Isabella." Levi menyapa di samping. Sepertinya Isabella tidak menyukai panggilan Levi kepadanya. Dia mengangkat alisnya dan berkata, "Seharusnya kamu memanggilku Nyonya Fernandez."
9.7786.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18.1K kali sebagai dia isabella
Tampilkan Ulasan (158)
Baca
+Pustaka
Lilis
Mirip dgn grace dan william. Tp utk karakter dingin, sinis dan balas dendamnya lebih suka grace, lebih menggigit, dan tepat sasaran. kalo violet kayak lebih banyak memaklumi. Tapi gak tau juga sih violet selanjutnya gmn, krn baru baca sampe bab 106. Moga2 violet lebih garang lagi ke romeo kedepannya
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Baca Semua Ulasan
Rumah Teh Ala Miranda

Rumah Teh Ala Miranda

"Dia adalah Isabella Falcon, aktris teater yabg sedang populer akhir-akhir ini. Masa kalian tidak tau sih?" Mereka berdua justru menggelengkan kepalanya bertanda kalau mereka berdua benar-benar tidak tau. "Astaga... Ini pertama kalinya dia datang ke tempat seperti ini. Apakah dia sengaja datang ke sini untuk menemuiku?" "Ge'er sekali kamu. Belum tentu dia ingin bertemu denganmu," balas Miranda dengan pedas. "Jangan berkata seperti itu dong, anak muda...."
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai dia isabella
Baca
+Pustaka
Tertawan Gairah Panas sang Penguasa

Tertawan Gairah Panas sang Penguasa

Namun baru satu langkah Bella menyingkir, mendadak kakinya terhenti sebab cekalan kuat pada pergelangan tangan menahannya. Perempuan itu tersentak kaget. “Apa maksudmu? Lepaskan aku!” “Di sini saja, Annabella. Kau tidak perlu pergi.” “Lepaskan, kubilang! Dan namaku Isabella, brengsek!” “Oh, benarkah?” “Lepaskan!” “Tidak mau. Aku senang melihatmu bertengkar dengan Giovanni. Jadi jangan pergi.” Damian menarik lengan kurus itu, sehingga si empunya terhempas jatuh di atas dadanya.
104.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 164 kali sebagai dia isabella
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status