Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Diana, The Virgin Wife

Diana, The Virgin Wife

Diana hanya tersenyum dan menolak dengan halus saat mereka menyatakan perasaannya kepada Diana. Diana memikirkan Richard dan berharap dia baik-baik saja di Jogja. Tiba-tiba hpnya berdering. Diana berhenti sesaat dan menyempatkan untuk membuka hpnya. Nomor tidak dikenal. Diana pun segera mengangkatnya. "Halo, apa benar ini dengan Nona Diana?" "Nona Diana, saya Elsa dari Starlight Agency. Beberapa saat lalu saya menghubungi tuan Richard dan berdiskusi mengenai penawaran modelling dari kami. Apa nona Diana sudah diberitahu tuan Richard mengenai penawaran ini?"
1011.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 298 kali sebagai dia isabella
Baca
+Pustaka
Aku dan [D]ia

Aku dan [D]ia

Aku Maaf aku ribet ya? Hm maklumin aku cewek. Dzaqi Hahaha gak apa – apa, aku suka. Suka cewek maksudnya. Aku Iya tahu, kan ceweknya banyak ya saking sukanya. Eh sorry aku jujur banget ya? Dzaqi Apa sih Di? Kamu sebenarnya mau ngomong apa kok kaya sinis gitu. Aku
3.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai dia isabella
Baca
+Pustaka
Dewa

Dewa

Dewa mengerjai hatinya. "O ya Reihan, gadis yang bernama Adelia di rumah sakit kemarin itu siapanya kamu? Dia kok baik banget ya," Nyonya Finda baru saja keluar dari dapur. Beliau menenteng sepiring opor ayam. Kalimat itu seolah-olah ingin menyekak kebohongan Dewa. Apel yang digigit Reihan pun nyaris tumpah dari mulutnya lagi, usai mendengar ucapan Nyonya Finda yang sangat indah. "IBUUUU....Ah!" Dewa menggelembungkan pipinya. "Dewa mau pergi, daaaa..." anak itu melesat keluar.
9.97.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 299 kali sebagai dia isabella
Baca
+Pustaka
Dia,  Tak Datang

Dia, Tak Datang

ucap Darma. "Dia benar Darma, jika Alkala tetap disini, maka Elisa atau Erik akan mendapatkan hak perwaliannya. Sementara aku sangat yakin wanita itu masih hidup." ucap Badai sambil menatap sinis kepada Frans diakhir kalimatnya.
825.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 512 kali sebagai dia isabella
Baca
+Pustaka
DINAR

DINAR

tanya raccel sambil duduk dan memegang kepalanya dan langsung kaget melihat semua ramai disana dan tak ada yang dia kenali selain lunar dan sania, dan melihat kekacauan itu dengan dion yang sudah tercabik cabik "ibu..ada apa ini? kenapa wakil dion...?" tanya raccel ketakutan "tidak apa-apa sayang, dai berusaha menyakitimu jadi ibu tidak sengaja melukainya" jawab lunar pelan memberikan pengertian pada raccel yang mulai ketakutan "a..apa? itu tidak mungkin ibu, dia memang menculikku, dia hanya ingin sedikit darahku, dan dia sangat baik padaku" ucap raccel ketakutan dan menjauhi ibunya
105.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 176 kali sebagai dia isabella
Baca
+Pustaka
Isela: Putri yang Terbuang

Isela: Putri yang Terbuang

Ditengah gemerlap yang tengah mengelilinginya, mata Isela terpaku pada sebuah papan billboard raksasa yang memasang wajah Dahlia yang menjadi brand ambassador sebuah lipstick. Isela memandanginya dengan tatapan dalam, meneliti wajah cantiknya tanpa cela, senyuman yang anggun dan lengkungan mata yang berbinar. Papan besar tampak agung, sebuah symbol bawa Dahlia begitu berpengaruh dan dikagumi. Isela juga merasakan hal yang sama saat pertama kali dia melihatnya, kini perasaan iu telah berubah menjadi kebencian.
1060.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai dia isabella
Baca
+Pustaka
ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAM

ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAM

Dia adalah Hanna Anderson. “Lady Hanna,” ucap Isabella, berjalan setengah limbung menghampirinya. Namun, ia tidak langsung menaiki kereta, tatapannya tertumbuk pada kuda yang meringkik pilu di tanah. “Lady, kudaku terkena panah. Apakah kau menyimpan kotak obat?”
1024.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 808 kali sebagai dia isabella
Baca
+Pustaka
Bukan Istri Yang Diinginkan Tuan Muda

Bukan Istri Yang Diinginkan Tuan Muda

Satria semakin menghardik Isabella. Sementara, saat ini Isabella sedang mendapatkan kunjungan dari Dika. "Hi." Selalu, menggoda Isabella adalah rutinitasnya setiap kali bertemu gadis itu. Dan Dika tidak pernah melupakan tatapan teduh serta senyuman hangatnya. "Iya, selamat pagi ... ada yang bisa saya bantu?" Isabella bersikap propesional kala dirinya duduk di belakang meja khusus perawat.
1013.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 293 kali sebagai dia isabella
Baca
+Pustaka
DIA AYAHKU

DIA AYAHKU

Dia mendengar semua ucapan Dara siang tadi? *********
1026.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai dia isabella
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status