Dendam Sang Tumbal
Rendra penasaran, lalu mengikutinya dengan mengendap-endap.
Darsima dengan raut wajah sedih berjalan menuju sebuah ruangan, Ningsih mengikutinya. Tampak sebuah ruangan, tidak begitu luas. Berbagai macam keris berjejer di dinding ruangan itu. Sebuah patung dengan mata terbelalak, ukuran matanya sekepalan tangan orang dewasa. Lidahnya terjulur sebatas dada, sama panjang dengan taring yang ada di kiri dan kanannya, menghiasi bibir sosok patung itu. Telinganya runcing ke atas dan di tangannya memegang sebilah pedang tipis. Di depan patung itu, terdapat sebuah bokor, juga berbagai macam sesajen serta segelas kopi.
Hot Chapters