Obsesi Nyonya dan Nona Rumah
Baginya, lebih memilih mati daripada hidup menderita seperti ini.
“Baiklah Diana! Tatap aku!” Bambang memegang wajah Diana, menguncinya agar menatap matanya. Ia tidak menyebutnya Nyonya lagi membuat Diana yang berontak tersiram hatinya menjadi lebih tenang. Bambang tahu Diana mengalami depresi berkepanjangan akibat menjadi Nyonya di rumah ini.
“Diana, tenanglah… Ada aku di sini…” Bambang memeluknya sedih, Diana hanya terpaku dengan keadaan ini. Tatapan Diana tampak kosong, ia tampak benar-benar kosong.